Al-qur’an menjawab tuduhan-tuduhan mereka itu denganfirman Allah

Al-qur’an menjawab tuduhan-tuduhan mereka itu denganfirman Allah

“Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka,”kami tadak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya…” (Ibrahim:11)Menjelaskan balasan-balasan orang-orang yang membenarkan para rosul dan akibat yang dirasakan oleh orang-orang yang mendustakan mereka.Banyak sekalimkisah para rosul bersama umat mereka, yang selalu berakhir dengan kebinasaan orang-orang mendustakan mereka da keselamatan bagi kalangan yang beriman

“Kemudian Kami selamatkan rosul-rosul Kami dan oarang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (Yunus:103)

  1. Menguatkan Akidah Keimanan tentang Akhirat dan Balasan Amal Perbuatan.

Perbuatan yang diberikan perhatian Al-qur’an dan diulang-ulang dalam surat-surat Makiyah dan Madaniyah adalah keimanan terhadap akhirat dan balasan yang akan didapatkan terhadap amal perbuatan manusia, perhitungan amal perbuatan itu, serta surga dan neraka.

Dalam menetapkan akidah ini dan pelurusannya, Al-qur’an menggunakan berbagai cara.

  1. Memberikan dalil-dalil tentang kebangkitan manusia dengan menjelaskan kekuasaan Allah SWT untuk mengembalikan penciptaan makhluk sebagaimana pertama kali dicptakan.

“Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu lebih mudah bagi-Nya...(ar-Rum:27)

  1. Mengingatkan tentang penciptaan benda-benda besar yang jika dibandingkan penciptaan semua itu dengan penciptaan manusia , maka penciptaan manusia adalah hal yang sangat mudah dan sederhana.
  2. Menjelaskan hikmah Allah SWT dalam memberikan balasan terhadap amal perbuatan manusia, sehingga orang yang berbuat baik (shaleh) pada akhirnya tidak sama nasibnya dengan orang yang  berbuat jahat. Jika tidak ada balasan itu, maka kehidupan ini menjadi sia-sia dan tak berharga .Allah SWT tidak menciptakan dunia ini untuk kesia-siaan.

“Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”(al-Mu’minun: 115)

“Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?”(al-Qiyamah:36)

  1. Menjelaskan balasan baik dan keridhaan yang menunggu kaum mukminin di akhirat kelak nanti, serta kerugian dan siksa yang menanti orang-orang yang kafir. Oleh karena itu, Al-qur’an banyak berbicara tentang hari kiamat dan kepedihannya, tentang catatan amal perbuatan yang tidak sedikitpun meninggalkan catatan atas perbuatan manusia, yang besar maupun yang kecil, tentang neraca penimbang kebaikan dan keburukan manusia, sehingga tidak ada yang tercecer sedikit pun dari amal manusia, walaupun sebesar atom. Al-qur’an juga membicarakan tentang penghitungan yang amat teliti yang tidak menzhalimi siapapun sehingga satu orang tidak menanggung dosa orang lain. Membicarakan tentang surga dan apa yang disediakan didalamnya, dari berbagai kenikmatan materi dan ruhani, juga tentang neraka dan isinya dari bermacam azab yang pedih, baik indrawi maupun maknawi. Sebab manusia di akhirat nanti adalah juga manusia ynag pernah hidup di dunia.Oleh karena itu, balasan dan siksaan harus mencakup kedua hal itu, indrawi dan maknawi.

Membatalkan khayalan yang dihasilkan kemusyrikan dan orang-orang musyrik; bahwa tuhan-tuhan mereka itu akan memberikan bantuan kepada mereka di hadapan Allah SWT pada hari kiamat nanti. Demikian juga yang dipercayai oleh kalangan Ahli Kitab  terhadap bantuan orang-orang suci mereka dan lainnya. Ini semua ditolak oleh Al-qur’an dan dibatalkannya dengan amat keras.Tidak ada syafaat kecuali dengan izin Allah SWT, dan syafaat itu hanya diberikan kepada individu mukminyang bertauhid.Manusia hanya diberikan manfaat oleh amal perbuatannya.Ia juga tidak menanggung dosa orang lain, seperti firman Allah:

 “Orang-orang yang zalim tidajk mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunya pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.”(al-Mu’min: 18)

“Tiada yang dapat memberi syafaat disisi Allah tanpa izin-Nya…”(al-Baqoroh: 255)

POS-POS TERBARU

Anda mungkin juga suka...