Al-Qur’an Sebagai Obat Penawar

Al-Qur’an Sebagai Obat Penawar

Allah Swt juga menyebutkan al-Qur’an sebagai Syifa’ (obat penawar) Allah Swt berfirman artinya :“…Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman….” (QS. Yunus :57)

Dia obat bagi penyakit mereka yang bersifat hakiki (yang menimpa badan) dan penyakit yang bersifat maknawi (yang menimpa hati). Merupakan obat yang menimpa badan, dengan cara membacakanya untul orang yang sakit atu terkena ain (hinotis), kesurupan jin dan semisalnya. Dengan seizing Allah Swt orang yang sakit akan menjadi sembuh jika bacaan tersebut berasal dari hati seorang mukmin yang yakin kepada-Nya. Apabila keyakinan yang kuat berkumpul antara orang yang membacakanya dengan yang dibacakan untuknya maka Allah Swt memberikan kesembuhan bagi yang si sakit.

Al-Qur’an juga merupakan obat bagi penyakit maknawi, seperti penyakit ragu-ragu (syak), syubhat (keracunan), kufur dan nafik.Penyakit ini lebih berbahaya dari penyakit-penyakit badan.Penyakit hati lebih berbahaya dari penyakit badan karna penyakit badan ujung penghabiskanya adalah mati sedangkan mati itu pasti terjadi dan tidak mungkin dapat di tolak. Penyakit hati apabila dibiarkan terus-menerus maka akan menyebabkan matinya hati, rusak secara total sehingga hati condong kepada keburukan, fasik dan tidak ada obat baginya keciali al-Qur’an yang telah diturunkan oleh Allah Swt sebagai obat penawar.

2.4.Membersihkan Jiwa Manusia

Diantara tujuan di turunkannya Alqur’an adalah membersihkan jiwa manusia.Jiwa mempunyai fitrah untuk menjadi kotor apabila manusia melakukan kejahatan. Namun, jiwa juga siap membawa manusianya untuk bertaqwa  dengan cara ia senantiasa di bersihkan dan di sucikan. Manusia dengan akal dan kemauannya harus memilih jalan bagi jiwanya ke jalan yang bersih atau kejalan yang kotor.

Tazkiah ‘pembersihan’ bersal dari kata zaka-yazku-zakatan.Ia adalah kata yang mengandung dua makna atau dua unsur, yaitu pemebrsihan dan pertumbuhan.

Oleh karena itu, tugas Nabi saw. Terhadap bangsa arab ada dua. Pertama, membersihkan akal mereka dari kemusyrikan dan kebatilan, membersihkan hati mereka dari kekerasan jahiliah, membersihkan keinginan mereka dari syahwat binatang, dan membersihkan mereka dari perbuatan-perbuatan kotor.

Kedua, mengembangkan akal mereka dengan ilmu pengtahuan dan hati mereka dengan keimanan sehingga kehendak hati mereka menngarah pada amal sholeh, kebaikan , dan akhlak mulia.

Inilah yang dilakukan oleh nabi saw. Beliau mengajarkan bengsa arab Al-qur’an dan hikmah, membersihkan jiwa sehingga mereka dapat menghancurkan dari dalam diri mereka pemikiran-pemikiran paganisme dan penyelewengan jahiliah, dan membangun  keutamaan keimanan. Sehingga mereka benar-benar menjadi umat yang terbaik

 “kamu adalah umat yang terbaik yang di lahirkan untuk manusia…”. (Ali Imron:110)  Pembersihan jiwa hanya dapat terlaksana berkat anugrah dari Allah SWT dan taufik-Nya. Seperti firman Allah SWT

 “… Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya…” (an-Nur:21)

Hal yang tidak dapat diragukan adalah bahwa kebaikan umat dan bangsanya ditentukan oleh kebaikan individu-individunya.Dan, kebaikan individu-individu itu ditentukan oleh kebaikan jiwanya. Dengan kata lain, dengan memebrsihkan jiwa maka jiwa mereka akan berubah dari nafsu ammarah bissuu ‘jiwa yang memerintahkan untuk berbuat jahat’ kepada an nafsul lawwamah‘ jiwa yang mendorong untuk dan mencela dari keburukan ‘, dan kemudian menjadi an nafsul muthmainnah ‘jiwa yang tenang’.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/

Anda mungkin juga suka...