Angin

Angin

Angin

Angin

Adapun gejala-gejala terhadap tumbuhan hutan yang disebabkan oleh angin, yaitu :

  1. Pengaruh terhadap Tanah Hutan. Pengaruh angin terhadap tanah hutan dapat menyebabkan terjadinya erosi angin dan menyebabkan tanah menjadi kering. Erosi angin terjadi karena perpindahan tanah dari temaptnya karena tiupan angin.
  2. Pengaruh terhadap Cuaca Hutan. Pengaruh angin kuat yang meniup di hutan dapat menganggu atau menyebabkan terjadinya gangguan terjadi penguapan, transpirasi, temperatur, kelembaban dan lain-lainnya. Akibatnya cuaca di hutan akan berubah menjadi cuaca yang tak menguntungkan bagi hutan.
  3. Pengaruh terhadap Fisiologi Pohon. Akibat angin yang kurang baik pada pohon, mengakibatkan bentuk dari tajuk tak normal, merubah sistem dari perakarannya, dan berkurangnya tinggi dari pohon.
  4. Kerusakan Mekanis pada Pohon. Akibat angin yang kurang baik pada pohon, mengakibatkan ranting-ranting patah, daun-daun berguguran, akar-akar muda patah, dan pohon-pohon terbongkar dengan akarnya.
  5. Penyemprotan Garam pada Hutan. Penyemprotan garam sering terjadi di hutan pantai, dengan angin yang keras dengan kecepatan ±150 km per jam akan mampu meniup butir-butir air laut sampai sejauh 45-70 km. Hal ini mengakibatkan tumbuhan daunnya akan menjadi kuning kemerah-merahan yang dapat mengundang hama dan penyakit akan datang menyerang hingga dapat mempercepat kematian tumbuhan.
Angin dapat menyebakan erosi pantai di daerah hutan bakau, menurut Akbar,dkk (2017) menyatakan bahwa erosi pantai merupakan perubahan dataran pantai yang menyebabkan mundurnya garis pantai yang dipengaruhi oleh faktor klimatologi, faktor tektonik dan faktor perilaku manusia mempercepat perubahan lingkungan.
Kerusakan Hutan Disebabkan Tanah yang Kurang Baik
1. Penyakit Karena Defisiensi Bahan Makanan atau Hara
Defesiensi hara dapat terjadi apabila tersedianya dalam tanah sangat kurang atau terdapat dalam bentuk yang tidak dapat diserap oleh tanaman. Hal ini dapat disebabkan karena proses pencucian, antagonisme bahan-bahan kimia, aktifitas mikroba, peredaran udara dan kemasaman tanah (pH). Adapun gejala-gejala terhadap tumbuhan disebabkan jika satu atau lebih elemen yang kurang, yaitu :
  1. Anakan tanaman tidak berkembang
  2. Tanaman kerdil
  3. Memperjang waktu pemetikan produksi
  4. Gejala perubahan warna pada daun dan batang
  5. Penurunan produksi tanaman terutama sekali kualitasnya.
2. Penyakit yang disebabkan Kelebihan Hara
Elemen-elemen hara dengan kosentrasi dalam jumlah yang berlebihan baik secara alam maupun sebagai akibat penggunaan pupuk akan menyebabkan timbulnya gejala fitotoxik. Dengan kelebihan satu mikro-nutrient dapat mempengaruhi unsur hara lainnya, misalnya besi tidak dapat diserap oleh tanaman apabila copper terdapat dalam jumlah yang berlebihan. Sehingga tanah yang bergaram tidak hanya kelebihan sodium tetapi juga sangat jelek strukturnya yang dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan akar.

Anda mungkin juga suka...