Berdo’a Di Malam Lailatul Qadar

Berdo'a Di Malam Lailatul Qadar

Berdo’a Di Malam Lailatul Qadar

Berdo'a Di Malam Lailatul Qadar
Berdo’a Di Malam Lailatul Qadar

Keutamaan Berdoa pada Lailatul Qadar

Sufyan ats-Tsauri berkata, “Berdoa pada Lailatul Qadar lebih aku sukai daripada shalat.” Ia berkata pula, “Apabila seseorang membaca Al-Quran, berdoa, serta meningkatkan doanya kepada Allah, mudah-mudahan dia memperoleh waktu mustajab.” Yang dimaksudkan oleh Sufyan dengan “berdoa lebih aku sukai daripada shalat” adalah, shalat yang banyak mengandung doa di dalamnya lebih baik daripada shalat yang kurang doa di dalamnya. Dan jika seseorang melakukan shalat dan berdoa, itu dipandang lebih baik.

Rasulullah SAW bertahajjud di malam-malam bulan Ramadhan dan membaca Al-Quran dengan tertib. Beliau tidak melalui ayat rahmat, melainkan memohon kepada Allah. Tidak melalui ayat azab, melainkan mohon perlindungan kepada-Nya. Beliau mengumpulkan shalat, qiraat, doa, dan tafakur. Inilah amalan-amalan istimewa dalam puluhan yang akhir di bulan Ramadhan, di samping amalan-amalan yang lain.

Doa doa yang Dibaca pada Lailatul Qadar

Telah jelas bahwa sangat disukai kita memperbanyak doa pada Lailatul Qadar. Meskipun tidak ada keterangan tunggal dan pasti mengenai kapan terjadinya Lailatul Qadar (artinya pada tanggal berapa di antara malam-malam Ramadhan ia muncul) penjelasan-penjelasan dalam hadits dan pendapat ulama memberikan banyak informasi tentang saat-saat yang diduga kuat terjadi¬nya Lailatul Qadar. Maka pada malam-malam yang kita duga merupa-kan Lailatul Qadar, kita dianjurkan untuk banyak memohon ampunan dan berdoa. Banyak doa yang dapat kita baca di malam itu, di antaranya doa-doa yang di bawah ini.

Doa Pertama

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Aisyah, Rasulullah mengajarkan kepadanya doa yang diucapkan pada Lailatul Qadar:

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Pemaaf, Engkau menyukai kemaafan. Maka maafkanlah aku.”

Atau jika menginginkan yang lebih lengkap lagi, dapat membaca doa ini:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mahamulia, Engkau suka memaafkan. Maka maafkanlah aku. Ya Allah, aku mohon kemaafan dan afiat, serta perlindungan yang tetap dalam urusan agama, dunia, dan akhirat.”

Ini adalah suatu doa yang jami’ (yang lengkap) yang amat indah, yang harus dipelihara baik-baik, karena doa ini melengkapi kebaikan dunia dan akhirat. Dalam Hasyiyah al-Jalalain, Ash-Shawi berkata. “Doa yang paling baik pada malam itu ialah memohonkan kemaafan dan kearifan sebagaimana yang telah diterima dari Nabi SAW.” Berkata pula Ibnu Rajab, “Afuww (Maha Pemaaf – dalam doa di atas) adalah satu nama dari nama-nama Allah.”

Dia menyukai kemaafan. Dia menyukai para hamba yang bermaaf-maafan, supaya Allah memaafkan mereka. Allah lebih suka memaafkan daripada menyiksa. Karena itu, baik di malam Lailatul Qadar maupun di waktu kapan saja, kita dianjurkan untuk membaca doa ini:

“Aku berlindung dengan keridhaan-Mu, dari kebencian-Mu (dari kemarahan Engkau), dan dengan kemaafan-Mu dari siksaan-Mu”

Yahya bin Mu’adz berkata, “Andai kata bukan maaf yang paling disukai Allah, tentulah tidak ditimpakan cobaan atas orang-orang yang mulia di sisi-Nya. Allah banyak melimpakan cobaan kepada wali-wali-Nya untuk kelak dimaafkan-Nya.”

Dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas disebutkan, Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah melihat pada Lailatul Qadar kepada orang-orang mukmin dari umat Muhammad, lalu mereka dimaafkan dan dirahmati-Nya, kecuali empat orang, yaitu: peminum arak, pendurhaka kepada ibu-bapak, orang yang selalu bertengkar, dan orang yang memutuskan silaturahim”.

Doa Kedua

Doa lain yang dapat kita baca di malam mulia ini adalah sebagai berikut:
19

“Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan , maka ampunilah aku. Aku memohon ampunan-Mu, wahai Yang Maha Pengampun, dalam kehidupan, dalam ke-matian, aku juga memohon ampunan- Mu, dalam kubur aku juga memohon ampunan-Mu, ketika dibangkitkan aku juga memohon ampunan-Mu, ketika di berikan lembaran amal aku juga memohon ampunan-Mu, di hari kiamat aku juga memohon ampunan-Mu, ketika sidang perhitungan amal aku juga memohon ampunan-Mu, dalam semua keadaan aku juga memohon ampunan-Mu, wahai Yang Maha Pengampun, aku memohon ampunan-Mu.”

Sebagian dari ulama mutaqaddimin (ulama-ulama masa lalu) dalam doanya mengucapkan:
21

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya dosaku sungguh sangat besar, tidak dapat disifatkan lagi. Dan sesungguhnya dosaku itu kecil di sisi kemaafan- Mu. Maka maafkanlah aku.”

Yang lain lagi dalam doanya mengatakan:
22
“Dosaku sangat besar dan kemaaf- an-Mu sangat banyak. Maka kumpul¬kanlah dosaku dengan kemaafan-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah” Yang dimaksud “kumpulkanlah” ialah agar dosanya dihapuskan.

Rasulullah SAW menyuruh kita meminta kemaafan pada Lailatul Qadar selain meningkatkan amal ibadah kepada-Nya. Di malam-malam puluhan yang akhir, orang-orang yang arif dan bijak, walaupun meningkatkan amal ibadahnya, tidak memandang bahwa ibadahnya telah banyak, dan selalu memohon kemaafan.

Yahya bin Mu’adz berkata, “Bukan orang yang arif orang yang tujuan amalannya bukan untuk memperoleh kemaafan dari Allah.” Mutharrif mengatakan, “Wahai Tuhanku, ridhailah kami. Jika Engkau tidak meridhai kami, maafkanlah kami.”

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/