Bioteknologi Pangan  6 Teladan Produk Bioteknologi Yang Dihasilkan

Bioteknologi Pangan  6 Teladan Produk Bioteknologi Yang Dihasilkan

Bioteknologi Pangan  6 Teladan Produk Bioteknologi Yang Dihasilkan

Bioteknologi Pangan  6 Teladan Produk Bioteknologi Yang Dihasilkan
Bioteknologi Pangan  6 Teladan Produk Bioteknologi Yang Dihasilkan

Penerapan bioteknologi sanggup ditemukan dalam aneka macam aspek kehidupan. Salah satu yang paling sering ditemui contohnya dalam produksi masakan dan agroindustri. Beberapa masakan olahan yang kita konsumsi sejauh ini memang karya penerapan bioteknologi. Jika kita menyidik lebih dalam bagaimana masakan diproduksi, kita akan menemukan tugas beberapa mikroorganisme di dalamnya.

Setelah paparan lebih lanjut mengenai teladan bioteknologi masakan dan tugas mikroorganisme yang berperan dalam proses produksi.

Penerapan bioteknologi sanggup ditemukan dalam aneka macam aspek kehidupan Bioteknologi Pangan : 15 Contoh Produk Bioteknologi yang Dihasilkan

Contoh Bioteknologi Makanan

1. Tempe

Tempe yaitu salah satu teladan produk bioteknologi konvensional yang banyak dikenal di masyarakat kita. Tempe diproduksi dari proses fermentasi kedelai dengan memakai jamur dari genus Rhizoporus, contohnya R. oligosporus, R. stoloniferus, dan R. oryzae.

Tempeh yaitu lauk dengan protein tinggi. Selain itu, juga sangat gampang dicerna oleh tubuh. Mudahnya pencernaan tempe oleh badan disebabkan lantaran dalam produksi tempe, jamur Rhizopus menghasilkan enzim protease dan enzim lipase.

Enzim protease berfungsi untuk menurunkan protein menjadi asam amino, sedangkan enzim lipase memecah lemak menjadi asam lemak. Kedua asam amino atau asam lemak tersebut, keduanya merupakan senyawa sederhana yang gampang diserap tubuh.

2. Oncom

Selain tempe, oncom juga merupakan teladan produk bioteknologi masakan yang telah diaplikasikan pada nenek moyang kita semenjak lama. Oncom dibentuk dari pulp tahu fermentasi dengan memakai jamur sitoplas sitoplas Neurospora.

Jamur Neurospora sitophila menghasilkan pewarna merah dan sanggup menjadi pewarna alami di oncom. Selain itu, enzim ini juga sanggup menghasilkan enzim amilase, lipase, dan enzim protease selama fermentasi. Karena produksi enzim ini, dinding sel materi yang difermentasi menjadi lebih lembut dan lembut.

3. Roti

Dalam proses produksi roti, teknik fermentasi juga diaplikasikan untuk menciptakan gabungan tepung jadi mengembang. Fermentasi umumnya dilakukan melalui penambahan ragi yang mengandung jamur Saccharomyces cerevisiae pada adonan. Jamur akan memakai glukosa dalam tepung roti sebagai daerah pembuatan karbondioksida. Karbon dioksida yang terbentuk kemudian terjebak dalam roti dan menciptakan gabungan roti mengembang dan bertekstur ringan.

4. Nata de Coco

Nata de coco yaitu teladan produk bioteknologi masakan yang dihasilkan dari fermentasi air kelapa. Fermentasi dalam pembuatan nata de coco umumnya dilakukan oleh basil Acetobacter xylinum. Bakteri mengubah glukosa dan fruktosa yang ada dalam air kelapa menjadi polisakarida atau selulosa.

5. Tapai

Tapai merupakan produk bioteknologi yang diaplikasikan dari materi fermentasi yang mengandung karbohidrat, menyerupai ketan, singkong, atau pisang.

Fermentasi dalam produksi pita umumnya dilakukan oleh Saccharoyces cerevisiae, jamur yang sama menyerupai pada produksi roti. Jamur ini menghidrolisis karbohidrat dalam kondisi anaerobik, kemudian mengubahnya menjadi alkohol dan karbon dioksida. Rumus reaksi dari proses fermentasi tapai yaitu sebagai berikut:

C6H12O6 —> 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP

6. Bir

Sama menyerupai tapai dan roti, bir juga merupakan produk bioteknologi masakan yang memanfaatkan jamur Saccharomyces cerevisiae dalam proses produksinya. Substrat fermentasi dalam produksi bir berasal dari barley atau gandum. Maltose dalam biji barley diubah menjadi glukosa dan kemudian menjadi alkohol selama 5-14 hari oleh jamur ini. Kandungan alkohol dalam bir umumnya berkisar 3-5%.

Baca Juga: