Client – Server

Client – Server

Client – Server

Client – Server
Client – Server

Client – Server

Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.

Selain pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet. Dimana ada suatu unit komputer) berfungsi sebagai server yang hanya memberikan pelayanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Akses dilakukan secara transparan dari client dengan melakukan login terlebih dulu ke server yang dituju.

Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client, bisa saja merupakan resource yang tersedia di server. namun hanya bisa dijalankan setelah terkoneksi ke server. Pada implementasi software splikasi yang di-install disisi client berbeda dengan yang digunakan di server.

Jenis layanan Client-Server antara lain :

v File Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan file.

v Print Server : memberikan layanan fungsi pencetakan.

v Database Server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.

v DIP (Document Information Processing) : memberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.

Gambar 1.2. Model Client-Server dengan sebuah Server yang berfungsi umum

Gambar 1.3. Model Client-Server dengan Dedicated Server

1.1.3 Kelebihan jaringan peer to peer

ü Implementasinya murah dan mudah

ü Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang khusus

ü Tidak memerlukan administrator jaringan

1.1.4 Kekurangan jaringan peer to peer

ü Jaringan tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)

ü Tingkat keamanan rendah

ü Tidak ada yang memanajemen jaringan

ü Pengguna komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing

ü Semakin banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer

1.1.5 Kelebihan jaringan client server

ü Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik

ü Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar

ü Manajemen jaringan terpusat

ü Semua data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi

1.1.6 Kekurangan jaringan client server

ü Butuh administrator jaringan yang profesional

ü Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server

ü Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan

ü Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar

ü Bila server down, semua data dan resource diserver tidak bisa diakses
1.2 Jaringan Komputer dan Sistem Terdistribusi

Sebelum jaringan komputer popular, user komputer pernah mengenal sistem terdistribusi. Terdapat hal yang cukup membingungkan dalam pemakaian istilah jaringan komputer dan sistem terdistribusi (distributed system).

Persamaannya adalah keduanya merupakan sekumpulan komputer yang saling terkoneksi dengan dengan media transmisi yang relatif tidak jauh berbeda, sama-sama harus memindahkan file. Perbedaan yang lebih spesifik antara Jaringan Komputer dan Sistem Distribusi sbb:

Tabel 1.1. Perbedaan Jaringan Komputer & Sistem Terdistribusi
JARINGAN KOMPUTER SISTEM TERDISTRIBUSI
Komputer yang terhubung merupakan gabungan yang terdiri dari beberapa workstation atau juga gabungan komputer server dan client Komputer yang terhubung terdiri dari host (komputer utama) dan terminal-terminal (komputer yang terhubung dengan komputer host)
Beberapa komputer terhubung agar dapat sharing, namun tiap pekerjaan ditangani sendiri sendiri oleh komputer yang meminta dan dimintai layanan.

Server hanya melayani permintaan sesuai antrian yang sudah diatur sistem.
Beberapa host komputer terhubung agar dapat mengerjakan sebuah atau beberapa pekerjaan besar bersama.

Sumber : https://bingo.co.id/

Anda mungkin juga suka...