Curhatan Ortu Pasien Kanker Anak di Bandung

Curhatan Ortu Pasien Kanker Anak di Bandung

Curhatan Ortu Pasien Kanker Anak di Bandung

Curhatan Ortu Pasien Kanker Anak di Bandung
Curhatan Ortu Pasien Kanker Anak di Bandung

Di balik kunjungan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia ke Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia

(YKAKI) Bandung pada Senin (8/5), terselip curahan hati orang tua pasien kanker anak. Salah satunya adalah Idan Herry yang tinggal di situ untuk menemani sang anak yang merupakan pasien kanker.

Laki-laki asal Cianjur tersebut merasa sedih karena anaknya terpaksa dipulangkan dari RS Hasan Sadikin Bandung. ’’Karena di sana kekurangan ranjang, jadi harus dipulangkan untuk menunggu ranjang kosong barulah dilanjutkan kembali kemonya,’’ ujarnya.

Karena dipulangkan, proses kemoterasi anaknya otomatis ikut tertunda.

Padahal, kemoterapi menjadi salah satu aspek penting dalam tata laksana pengobatan kanker anak. Mantan koordinator PPI Dunia dr Steven Guntur mengatakan, terlepas dari adanya komplikasi, siklus kemoterapi harus diikuti sesuai dengan protokol.

Sebab salah satu kunci penentu keberhasilan dari pengobatan kemoterapi anak adalah ketepatan waktu siklus terapi. Ibaratnya, pada minggu pertama sampai ketiga setelah kemoterapi, waktunya pasien istirahat di rumah untuk pemulihan siklus berikutnya.

Saat minggu ke-empat kondisi anak fit, yang seharusnya bisa mendapat kemoterapi lagi,

namun harus ditunda hanya karena alasan tidak ada ranjang. ’’Pengobatan kanker yang mengikuti protokol saja tidak bisa sembuh 100 persen, apalagi yang lari dari protokol, angka kesembuhan atau survival rate-nya jelas bisa kurang dari itu,’’ papar Steven yang merupakan lulusan terbaik kedokteran spesialis anak di St Petersburg State Pediatric Medical University, Rusia tersebut.

Akibatnya? Tentu saja bisa fatal. Sel kanker bisa tumbuh lagi, atau malah menjadi resisten terhadap obat-obatan kemoterapi tersebut. ’’Yang menyakitkan hati itu, ketika kondisi si anak fit untuk kemo lagi, namun harus menunda hanya karena tidak ada ranjang di RS Hasan Sadikin Banding yang kalau tidak salah kata pasien tadi adalah satu-satunya rujukan kanker anak bagi pasien se-Jawa Barat dari Merak sampai Cirebon,’’ ucap Steven

 

Baca Juga :