Dampak Positif Dan Negatif Yang Ditimbulkan Adanya Oksidentalisme

Dampak Positif Dan Negatif Yang Ditimbulkan Adanya Oksidentalisme

Dampak Positif Dan Negatif Yang Ditimbulkan Adanya Oksidentalisme

Dampak Positif Dan Negatif Yang Ditimbulkan Adanya Oksidentalisme

 

Berbicara dampak positif dan negatif akibat kajian oksidentalisme sama halnya dengan membicarakan peperangan antara kebaikan dan keburukan, artinya sudah menjadi sunnatullah di dunia ini sesuatu yang dianggap sempurna akan nampak kekurangannya. Dalam kajian oksidentalisme ada kebaikan yang bisa diambil dan ada juga keburukan yang muncul.

Menurut penulis dampak positif dan negatif akibat oksidentalisme tergantung pada pribadi oksidentalis itu sendiri. Seorang oksidentalis yang benar menurut penulis ialah yang tidak terlalu terpengaruh dengan kemajuan peradaban Barat dan lantas mengadopsi apa saja yang yang diproduksi oleh Barat, boleh mengambil dan meniru Barat,tetapi harus mem-filter-nya dengan landasan Islam dan iman. karena kalau tidak, akan menimbulkan semacam racun dalam masyarakat timur khususnya umat Islam.

Islam yang universal, mengajarkan liberalisme dalam berfikir, memfungsikan akal sebagai anugerah fitrah tetapi dibatasi oleh dua pokok fundamental yaitu Al-Qur’an dan Hadis, seagaimana ungkapan yang sering kita dengar “kamu punya kebebasan tetapi kebebasanmu dibatasi oleh kebebasan orang lain”, bersebrangan dengan libralisme yang didengung-dengungkan dan dianut oleh Barat, yaitu libralisme tanpa batas, dan ini bahaya.

Menurut Hassan Hanafi, “Jika Oksidentalisme telah selesai dibangun dan telah dipelajari oleh para peneliti dari beberapa generasi, lalu menjadi arus utama (thayyar `âmm) pemikiran di negara kita (Mesir dan Timur Tengah, termasuk Indonesia) serta memberikan andil dalam membentuk kebudayaan tanah air, maka akan terdapat hasil-hasil seperti berikut ini;

  1.  Adanya kontrol atau pembendungan atas kesadaran Eropa dari awal sampai akhir, sejak kelahiran hingga keterbentukan.
  2. Mempelajari kesadaran Eropa dalam kapasitas sebagai sejarah, bukan sebagai kesadaran yang berada di luar sejarah (khârij al-târîkh).
  3. Mengembalikan Barat ke batas alamiahnya, mengakhiri perang kebudayaan, menghentikan ekspansi tanpa batas, mengembalikan filsafat Eropa ke lingkungan di mana ia dilahirkan, sehingga partikularitas Barat akan terlihat.
  4. Menghapus mitos “kebudayaankosmopolit”; menemukan spesifikasi bangsa di seluruh dunia, dan bahwa setiap bangsa memiliki tipe peradaban serta kesadaran tersendiri, bahkan ilmu fisika dan teknologi tersendiri seperti yang terjadi di India, Cina, Afrika dan Amerika Latin; menerapkan metode sosiologi ilmu pengetahuan dan antropologi peradaban pada kesadaran Eropa yang selama ini diterapkan produsennya pada kesadaran non Eropa, dan merupakan satu penemuan yang sangat berharga yang orisinal dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Singkatnya, agar terjadi pola hubungan seimbang, akan muncul berbagai sentrimisme, semua peradaban dalam satu level, sehingga terjadi hubungan timbal balik dan interaksi peradaban yang harmonis.
  5. Membuka jalan bagi terciptanya inovasi bangsa non Eropa dan membebaskannya dari “akal” Eropa yang menghalangi nuraninya, sehingga bangsa non Eropa dapat berpikir dengan “akal” dan kerangka lokalnya sendiri. Sehingga akan ada keragaman tipe dan model. Tidak tunggal bagi semua bangsa di dunia. “Tidak ada kreasi tanpa pembebasan diri dari kontrol the other dan tidak ada inovasi orisinal tanpa kembali kepada diri sendiri yang telah terbebas dari keterasingan dalam the other. Orisinalitas ini akan beralih dari tingkat kesenian rakyat ke tingkat substansial dan konsepsi tentang alam.

sumber :

Steampunk Defense 2.0.3 Apk + Mod Unlimited Money

Anda mungkin juga suka...