Disdik Klaim Siap Laksanakan UNBK

Disdik Klaim Siap Laksanakan UNBK

Disdik Klaim Siap Laksanakan UNBK

Disdik Klaim Siap Laksanakan UNBK
Disdik Klaim Siap Laksanakan UNBK

CIMAHI – Dinas Pendidikan Kota Cimahi mengklaim, untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer

(UNBK) tingkat SMP/MTs di Cimahi, sudah siap 100 persen.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna mengatakan, ujian yang akan dilaksanakan pada Senin sampai Kamis atau 23-26 April 2018 itu, akan diikuti sebanyak 54 SMP dan MTs. Dengan rincian, 27 sekolah menggelar UNBK secara mandiri dan 27 sekolah lainnya bergabung atau ikut fasilitas di SMA/SMK yang ada di Kota Cimahi.

“Jumlah peserta jenjang SMP sebanyak 7.486 siswa, MTs sebanyak 1.535 siswa, peserta paket B 288 siswa dan peserta UNBK paket C sebanyak 597 siswa. Untuk ujian susulan tanggal 8-9 Mei 2018,” katanya, di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, kemarin (18/4).

Sementara untuk persiapan, Nana mengaku, pihaknya beserta sekolah sudah mempersiapkannya

dengan baik dari mulai persiapan teknis maupun non teknis. Bahkan, untuk memastikan kesiapan itu, beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi dengan semua Wakasek Kurikulum semua sekolah SMP sederajat di Kota Cimahi.

“Kami juga koordinasi dengan pihak PLN, pihak keamanan, dan juga provider jaringan internet. Rakor dengan proktor (orang yang bertanggungjawab mengendalikan server untuk sebuah sekolah) juga sama teknisi. Insyaallah kondisi semuanya lancar,” bebernya.

Tidak hanya itu, koordinasi dengan pihak PLN pun dilakukan oleh pihak dinas pendidikan Jawa Barat (Jabar) untuk memberikan jadwal pelaksanaan UNBK ini, dengan tujuan agar saat berlangsungnya kegiatan PLN tidak melakukan pemadaman aliran listrik.

“Beberapa waktu lalu Kadisdik Cimahi juga sudah memberitahukan ke PLN cabang Cimahi.

Untuk memperhatikan jadwal pelaksanaan UNBK,” ucapnya.

Menurut Nana, dalam pelaksanaan ujian tersebut pihaknya akan melibatkan sebanyak 556 guru yang akan menjadi pengawas. Dengan sistem pengawasan secara silang. Artinya, guru yang ditugaskan menjadi pengawas tidak akan menjadi pengawas di tempatnya mengajar.

“Pengawas untuk SMP 430 dan MTs 97. Pengawasan juga tidak dilakukan oleh guru mata pelajaran yang diujikan,” ujarnya.

Sementara saat disinggung apakah ada keresahaan dari siswa terkait soal ujian, Nana menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima terkait keresahaan tersebut.

Sedangkan saat ditanya kemungkinan adanya kebocoran soal dan kunci jawaban, Nana memastikan hal tersebut tidak akan terjadi. Pasalnya, sistem yang digunakannya pun sudah menggunakan komputer. Terlebih lagi, variasi soal antar peserta dipastikan berbeda.

 

Sumber :

https://egriechen.info/