Dosis Pemberian Pakan

Dosis Pemberian Pakan

Untuk lebih jelasnya, dosis pemberian pakan pada pemeliharaan larva ikan kerapu cantang dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Dosis pemberian pakan
Umur Ikan (Hari)
Jenis Pakan
Dosis
Keterangan
D0
Yolk egg
D1
Chlorella sp.
100-200 rb sel/ml
1x sehari
D2-D6
Branchionus plicatilis
5-10 ind/ml
dipertahankan
Chlorella sp.
500 rb sel/ml
1x sehari
D7-D20
Branchionus plicatilis
10-15 ind/ml
Dipertahankan
Chlorella sp.
500-1 jt sel/ml
1x sehari
Pakan buatan
At satiation (secukupnya)
D17, diberikan 4x sehari
D20-D30
Branchionus plicatilis
10-15 ind/ml
dipertahankan
Chlorella sp.
500 rb sel/ml
1x sehari
Nauplius artemia
1-3 ind/ml
2x sehari
Pakan buatan
At satiation (secukupnya)
4-6x sehari
D30-D40
Nauplius artemia
3-10 ind/ml
2x sehari
Pakan pellet
At satiation (secukupnya)
7-10x sehari
D40-D50
Jambret
Ad libitum (pakan selalu tersedia)
2x sehari
Pakan pellet
At satiation (secukupnya)
10x sehari
D50-D60
Pakan daging ikan segar (di-blender)/teri nasi
3-5% bobot tubuh (At satiation)
2x sehari
Pakan pellet
At satiation
10x sehari
> D60
Cacahan ikan
3-5% bobot tubuh (At satiation)
2x sehari
Pakan pellet
At satiation (secukupnya)
10x sehari

Pengelolaan Kualitas Air

pergantian air dilakukan dengan melihat kondisi  larva.  Pergantian  air  dapat  dilakukan  mulai umur 8 – 20 hari  sebanyak  10 – 20%.  Pada umur 21 – 30  hari  pergantian  air  dapat  ditingkatkan  sebanyak  20 – 50%. Mulai umur 31 – 45 hari pergantian air dilakukan sebanyak 75 – 100 %. Mulai umur 51 hari sampai panen pergantian air dilakukan secara flowtroughsebanyak lebih dari 100%. Pergantian air dilakukan dengan cara pipa pengeluaran dicabut dan air dalam bak akan terbuang. Kran air pada pipa pemasukan kemudian dibuka agar air laut mengalir masuk ke dalam bak pemeliharaan
Penyiponan dilakukan dengan menggerakkan pipa sipon secara perlahan-lahan ke dasar bak yang terdapat kotoran secara hati-hati agar jangan sampai terjadi pengadukan kotoran dasar dan penyiponan dasar bak dilakukan dengan melihat kondisi larva dalam bak pemeliharaan.Penyiponan dapat dilakukan setelah larva D-20 atau dengan melihat kondisi dasar bak pemeliharaan larva apabila sudah kotor. Penyiponan bertujuan untuk membuang sisa hasil metabolisme, pakan buatan yang tidak termakan, dan kotoran lain yang mengendap di dasar bak pemeliharaan. Adapun pergantian air pada pemeliharaan larva ikan kerapu dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Pergantian air pada pemeliharaan ikan kerapu
No.
Umur (hari)
Pergantian Air
Sipon
1
D0
Sipon telur mengendap
2
D1
3
D2
4
D3 – D7
5
D8 – D20
10 – 20%
6
D21 – D30
20 – 50%
Sipon
7
D31 – D45
50 – 75%
Sipon
8
D46 – D50
75 – 100%
Sipon
9
D51 – Panen
Ganti air 100% (flowtrough)
Sipon
Adapun standar kualitas air yang harus dijaga selama masa pemeliharaan larva dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Standar kualitas air selama masa pemeliharaan larva
Parameter Kualitas air
Nilai
Alat Pengukur
Suhu air
28-32 0C
Termometer
   Salinitas
28-35 ppt
Salinometer/Refraktometer
   pH
7,9-8,3
Kertas lakmus/pH meter
  Oksigen terlarut
>5 ppm
DO meter
  Amonia
<0,01 ppm
Titrasi/tes kit
  Nitrit
<1ppm
Tes kit/ Metode spektrofotometer
 

Sumber: https://multiply.co.id/

Anda mungkin juga suka...