Faktor-faktor penentu kurs nominal

Faktor-faktor penentu kurs nominal

Hubungan antara kurs riil dan kurs nominal:

   Kurs riil = kurs nominal x rasio tingkat harga

   €            =         e            x       (P/P*)

Kita bisa menulis kurs nominal sebagai

   e = € x (P/P*).

Persamaan ini menunjukkan bahwa kurs nominal bergantung pada kurs riil dan tingkat harga di kedua Negara. Berdasarkan nilai kurs riil,jika tingkat harga domestic P meningkat, maka kurs nominal e akan turun: karna dollar berkurang nilainya, maka satu dollar akan membeli lebih sedikit yen. Disisi lain , jika tingkat jepang P* meningkat,maaka kurs nominal akan meningkat: karena yen berkurang nilainya, satu dolar akan membeli lebih banyak yen.

            Perhatikan perubahan kurs sepanjang waktu. Persamaan kurs bila ditulis

Perubahan % dalam e = perubahan % dalam €  +perubahan % dalam P*- perubahan % dalam P

Perubahan persentase dalam € adalah perubahan kurs riil. Perubahan persentase dalam P adalah tingkat inflasi domestic π, dan perubahan persentase dalam P* adalah tingkat inflasi Negara lain π*. Jadi, perubahan persentase dalam kurs nominal adalah

Perubahan % dalam = perubahan % dalam €  + (π*-π)

Persamaaan ini menyatakan bahwa perubahan persentase dalam kurs nominal antara mata uang kedua Negara sama dengan prsentase perubahan dalam kurs riil ditambah selisih tingkat inflasinya.

  1. Kasus khusus dari paritas daya beli

Hhipotesisi terkenal dalam ilmu ekonomi adalah hukum satu harga (law of one price), menyatakan bahwa barang yang sama tidak dapat dijal dengan harga yang berbeda dilokasi yang berbeda pada saat yang sama. Jika sekarung gandum dijual lebih murah di New york  dibandingkan di Chicago, maka akan menguntungkan membeli gandum di New York dan menjualnya di Chicago. Kesempatan untuk meraup laba ini akan langsung dimamfaatkan oleh pedagang arbitrase , orang yang “ membeli barang dengan harga murah” di satu pasar dan “menjual dengan harga tinggi”.

Hokum satu harga yang ditetapkan untuk pasar internasional disebut paritas daya beli. Hokum ini menyatakan bahwa jika arbitrase internasional memungkinkan, maka satu dolar (atau mata uang lain) harus memiliki daya beli yang sama disetiap Negara.

Paritas daya beli memiliki dua implikasi penting. Pertama, karena skedul ekspor –neto berbentuk datar, maka perubahan tabungan dan investasi tidak mempengaruhi kurs riil atau kurs nominal. Kedua, karena kurs riil tetap, maka seluruh perubahan dalam kurs nominal berasal dari perubahan tingkat harga.

Gambar 5-14

Paritas daya beli, hokum satu harga yang diterapkan di pasar internasional menyatakan bahwa ekspor neto sangat sensitive terhadap perubahan kecil pada kurs riil. Sensitivitas yang tinggi ini dicerminkan dengan skedul ekspor neto yang sangat datar.

sumber :
https://wanijayamedia.co.id/2020/06/16/seva-mobil-bekas/

Anda mungkin juga suka...