Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat

Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat

Faktor Pendukung

Ada beberapa faktor pendukung yang dapat membantu kelestarian seni anyam yang menjadi salah satu budaya di kota Kudus, diantaranya :

  1. Seni anyam di desa Jepang Pakis diwariskan secara turun temurun
  2. Adanya konsumen yang masih tetap setia dengan barang kerajinan anyam bambu meskipun sedikit
  3. Adanya kesabaran dan keuletan dalam membuat berbagai barang kerajinan anyam bambu
  4. Adanya beberapa pengrajin yang bersedia membuka lapangan pekerjaan. Sehingga memberi peluang bagi masyarakat di sekitar untuk bekerja. (Subadi, 10 Oktober, Jepang Pakis)
  5. Faktor Penghambat

Ada beberapa faktor penghambat yang dapat memberikan dampak negatif dalam proses produksi kerajinan seni anyam bambu ini, diantaranya:

  1. Harga bambu yang menjadi bahan baku naik tajam sehingga membuat harga jual kerajinan seni anyam bambu menjadi mahal.
  2. Munculnya produk modern yang menarik perhatian konsumen.
  3. Terhambatnya proses produksi karena pengrajin anyam bambu mengalami keterlambatan modal.
  4. Banyak pengrajin anyam bambu yang beralih profesi.
  5. Barang-barang kerajinan tergeser kedudukannya sehingga dikhawatirkan kerajinan tersebut akan punah.
  6. tidak hanya generasi yang nguri-nguri (menghidupkan) dan meneruskan kerajinan tradisional ini. (Subadi, 10 Oktober, Jepang Pakis)

Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Kemajuan IPTEK membawa dampak negatif bagi keberadaan seni anyam bambu di desa Jepang Pakis
  2. Sejak munculnya barang-barang produk modern, barang hasil kerajinan anyam bambu tergeser dari pasaran sehingga menyebabkan pendapatan masyarakat mengalami penurunan
  3. Harga bahan baku yang kian melambung tinggi menjadi kendala utama dalam penyediaan bahan baku.

sumber: https://busbagus.co.id/pesatnya-perkembangan-youtuber-indonesia/

Anda mungkin juga suka...