Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Siswa Di Sekolah

Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Siswa Di Sekolah

Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Siswa Di Sekolah

Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Siswa Di Sekolah
Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Siswa Di Sekolah

Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah, pendidikan pada hakekatnya adalah sebagai usaha menyiapkan anak didik untuk menghadapi lingkungan hidup yang senantiasa mengalami perubahan, dan pendidikan itu pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan pribadi dan masyarakat. Pendidikan merupakan usaha dasar untuk mengembangkan kepribadian yang berlangsung di sekolah maupun di luar sekolah. Berbagai usaha untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional telah dilakukan antara lain :

a. Pemantapan/pemutakhiran kurikulum

b. Peningkatan jumlah prasarana pendidikan dalam rangka usaha pelayanan yang lebih merata.

c. Peningkatan jumlah tenaga guru dalam rangka peningkatan dan pemerataan pelayanan pendidikan.

d. Peningkatan mutu sarana dan prasarana pendidikan

(Prof. Dardji Darmodiharjo,S.H. , 1983:9)

Berdasarkan uraian diatas , timbullah berbagai pemikiran dan usaha-usaha yang dilakukan para ahli pendidikan melalui pembaharuan-pembaharuan yang sekarang telah dilaksanakan oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga pendidikan non pemerintah. Salah satu faktor penunjang keberhasilan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah guru. Tugas guru bukan hanya sebagai pengajar tapi sebagai pendidik, yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Tugas pendidik tidak akan lepas dari kewajiban seorang guru sesuai dengan pandangan sebagai berikut :

a. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila

b. Guru berusaha mensukseskan pendidikan yang serasi ( jasmani dan rohani ) bagi anak didiknya.

c. Guru menghargai dan menghormati individu dan kepribadian anak didikya masing-masing

d. Guru dengan sungguh-sunguh mengintensifkan pendidikan Pancasila.

e. Guru melatih dalam memecahkan masalah dan membina daya kereasi siswa agar dapat menunjang kehidupan masyarakat yang sedang membangun.

f. Guru membantu sekolah dalam usaha menanamkan pengetahuan keterampilan pada anak didik ( DR.Moh.Surya,1981:32 )

Kepatuhan siswa di sekolah maka perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa melanggar tata tertib sekolah tersebut berbeda-beda antara individu yang satu dengan yang lainnya. Secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi dua faktor baik yang bersumber dari dalam diri siswa maupun yang bersumber dari luar diri siswa.

Menurut Singgih D. Gurnasa (1982:82)

mengatakan bahwa yang mempengaruhi kepatuhan siswa adalah:
1. Yang bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri antara lain
a. Kesehatan siswa
b. Ketidakmampuan anak dalam mengikuti pelajaran disekolah
c. Kemampuan intellectual yang dimiliki oleh anak
2. Yang bersumber dari luar diri siswa yakni antara lain
a. Keadaan keluarga yang meliputi
– Suasana keluarga
– Cara orang tua menanamkan disiplin kepada anaknya
– Harapan dari orang tua
b. Bimbingan yang diberikan oleh orang tua
3. Keadaan Sekolah
Hubungan anak dengan sekolah dapat dilihat dalam hubungannya dengan anak lain dan guru yang menyebabkan ia tidak senang sekolah.

(Yunita,Erna 2002 :25)

Menurut Soemanto (1982:146) pelanggaran tata tertib sekolah disebabkan oleh beberapa faktor seperti:
a. Faktor guru
b. Faktor lingkungan
c. Faktor peraturan yang berlaku
d. Faktor sangsi terhadap pelanggarannya

Menurut Ametembun dalam Yusniati (1996 : 56)

faktor-faktor yang mempengaruhi siswa terhadap tata tertib sekolah adalah
a. Gaya kepemimpinan kepala sekolah
b. Gaya kepemimpinan guru
c. Lingkungan sekolah

Dengan demikian dapat disimpulkan kepatuhan siswa dalam melaksanakan tata tertib di sekolah dapat timbul baik dari dalam diri siswa atau karena pengaruh orang lain atau lingkungan siswa itu sendiri. Sesuai dengan pendapat Arikunto (1993:119) bahwa kepatuhan merupakan suatu masalah yang penting, tanpa adanya kesadaran akan keharusan melaksanakan aturan yang sudah ditentukan sebelumnya pengajaran tidak mungkin dapat mencapai targel maksimal

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/