Hasil pembelajaran yang diperoleh

Hasil pembelajaran yang diperoleh

Hasil pembelajaran yang diperoleh

Hasil pembelajaran yang diperoleh
Hasil pembelajaran yang diperoleh
  1. Pemikiran siswa tidak kering berisi sains dan teknologi saja, tetapi kaya dan peka akan lingkungan—masyarakat—sains—teknologi beserta kesalingterkaitannya. Hal ini berarti pembelajaran Fisika yang dilakukan dengan pendekatan SETS sekaligus mendapat hasil penguasaan kompetensi materi Fisika dan teknologinya, kecintaan terhadap lingkungan dan kontekstualitas antara sains dengan lingkungan dan masyarakat sekitar dikuasai oleh para siswa. Sehingga pembelajaran Fisika tidak lagi menjadi pembelajaran yang serba menakutkan dan hanya di angan-angan melainkan menjadi pembelajaran yang konkrit mempelajari alam.
  2. Kondisi tiap jengkal tanah di lingkungan sekolah SMA Negeri Rembang Purbalingga menjadi hijau dan rimbun oleh pohon-pohon besar, taman-taman bunga, maupun sekedar rumput yang kesemuanya terawat rapi. Kecintaan para siswa terhadap tanaman tumbuh menebal dalam ukuran mayoritas jumlah siswa secara individual maupun per kelas secara kelompok. Demikian pula kedisiplinan terhadap kebersihan lingkungan kelas maupun sekolah menunjukkan gejala kenaikan yang sangat signifikan. Tidak ada lagi coretan atau jejak sepatu di pohon atau di tembok. Para siswa menyadari kebersihan awal dari kehidupan yang sehat. Mereka mempunyai slogan tentang kebersihan yaitu “Kebersihan dimulai dari lantai yang bersih”. Slogan ini penulis ajarkan dengan mengambilslogan para mekanik di bengkel AHASS Siliwangi Semarang yang penulis baca pada tahun 1996.
  3. Kepekaan terhadap masalah kerusakan lingkungan ; tanah—air—maupun udara menjadi topik pembicaraan yang biasa diperbincangkan di kalangan para siswa. Diskusi tentang hal itu secara intens dilakukan pada pembelajaran Fisika dengan pendekatan SETS. Kotak amalkorban bencana alam tiap hari Jum’at diedarkan oleh OSIS. Maraknya aksi kelompok-kelompok ekstra kurikuler siswa seperti wira (PMR), Expo (tanah dan pohon), pramuka, dan lain-lain, terjun langsung secara berkala ke masyarakat untuk karya nyata dan studi lapangan. Sebagai contoh ; kelompok wira memantau perairan Sungai Gintung di dekat sekolah terhadap tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungannya, kelompok Expo memantau bukit-bukit di sekitar sekolah terhadap kegersangan dan penghijauannya dan tak lupa menghijaukan setiap jengkal tanah di wilayah dalam sekolah dan berhasil membuat perkebunan salak di belakang sekolah, kelompok pramuka selalu mengadakan konsolidasi dengan masyarakat dalam Kemah Bakti dan tak lupa menekankan pentingnya penghijauan, kelompok perguruan silat mengadakan aksi nyata kelestarian hutan (alas) dalam kesempatan berlatihnya di hutan (alas) tanpa merusak pepohonan.

Sumber : https://aziritt.net/

Anda mungkin juga suka...