Imbau Masyarakat Konsumsi Daging Beku

Imbau Masyarakat Konsumsi Daging Beku

Imbau Masyarakat Konsumsi Daging Beku

 

Imbau Masyarakat Konsumsi Daging Beku

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar Seminar Nasional Cold Chain System  (Sistem Rantai Dingin) di Hotel Savero Garden, Jalan Pajajaran Kota Bogor, Kamis (29/03/2018). Seminar ini bertujuan memberikan pemahaman tentang penerapan Cold Chain System untuk menghasilkan daging beku aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) yang terjamin bagi konsumsi masyarakat dibandingkan hot meat.

Asisten Deputi Bidang Peternakan dan Perikanan Kemenko Perekonomian

Jafi Al Jagladi mengatakan, masyarakat Indonesia masih lebih menyukai daging panas (fresh) dibandingkan daging beku. Masyarakat percaya jika daging freshlebih terjamin daripada daging beku. Selain itu, masih ada persepsi di masyarakat bahwa ayam beku merupakan daging impor, sudah lama, tidak jelas keamanan dan kehalalannya.

“Konsumen juga beranggapan daging beku yang diawetkan tidak mengandung vitamin dan mineral serta tidak bergizi. Padahal sebetulnya daging beku dan segar khususnya ayam memiliki kualitas gizi yang sama,” ujarnya.

Ia menuturkan, kampanye untuk mengkonsumsi daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) sudah dilakukan meski belum sepenuhnya diadopsi masyarakat. Padahal dengan menerapkan sistem rantai dingin sebagai penanganan pasca panen daging dapat menyeimbangkan antara supply dan demand membuat harga stabil dan kesehatan konsumen lebih terjaga.

“Harus ada perubahan preferensi konsumsi daging fresh ke daging beku. Sehingga dapat menggerakkan upaya produksi daging dengan sistem rantai dingin,” jelasnya.

Jafi menambahkan, dibutuhkan peran aktif dari berbagai stake holder untuk terus melakukan kampanye publik agar masyarakat semakin tertarik mengkomsumsi daging beku melalui Cold Chain System dengan harga yang lebih stabil. Serta meningkatkan dukungan dari berbagai pihak dalam penyediaan sarana Cold Chain System (Cold Storage, Freezer) di pasar tradisional.

“Daging beku memiliki keamanan dalam jangka waktu penyimpanan yang panjang, sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai stok ketika konsumsi rendah dan produksi tinggi,” katanya.

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman

Sementara itu, Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan, setiap hari kebutuhan daging hewani semakin meningkat di Kota Bogor, mengingat jumlah penduduk Kota Bogor sudah lebih dari satu juta. Tak ayal, dirinya berharap dengan adanya seminar ini dapat menghasilkan masukan dan rekomendasi bagi Pemerintah Kota Bogor.

“Masukkan untuk pemenuhan konsumsi daging beku yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH),” ujarnya.

Artikel terkait :