KANDUNGAN HUKUM SURAT AN-NISA’ AYAT 34-35

KANDUNGAN HUKUM SURAT AN-NISA’ AYAT 34-35

  1. Seorang suami wajib memberi nafkah kepada istrinya, dan ketika seorang sua,I sudah melaksanakan kewajibannya tersebut, maka seorang istri wajib mentaati suaminya.
  2. Kewajiban seorang suami gugur ketika istrinya berbuat nusyuz.
  3. Hal-hal yang harus dilakukan ketika istri nusyuz adalah 1) menasehatinya, 2) menghindarinya tempat tidur. 3) memukulnya.
  4. Ketika terjadi perselisihan antara sepasang suami istri maka harus mengutus hakamain (2 orang mediator) untuk membantu menyelesaikan perselisihan tersebut agar kembali seperti semula, yakni satu hakam dari pihak suami dan satu hakam dari pihak istri.
  5. Hakamain hendaknya diambil dari kerabat terdekat karena kerabat lebih memahami  keadaan rumah tangga saudaranya tersebut.

BAB III

KESIMPULAN

Nusyuz menurut bahasa berarti tertangakat, durhaka, membangkang.Sedangkan menurut istilah, nusyuz adalah seorang istri melakukan perbuatan yang menentang suaminya tanpa alasan yang dapat diterima oleh syara’.Jadi, Istri nusyuz adalah istri yang telah keluar dari ketaatan kepada suaminya dan tidak menjalankan segala kewajiban yang telah diperintahkan kepadanya, seperti keluar rumah tanpa izin suaminya.

Hal-hal yang harus dilakukan ketika istri nusyuz adalah 1) menasehatinya, 2) menghindarinya tempat tidur. 3) memukulnya.

Syiqaq memiliki arti sama dengan al-khilaf (perselisihan) atau al-‘adawah (pertentangan atau persengketaan). Jadi syiqaq ialah perselisihan antara suami dengan istri.Hal ini biasanya timbul karena suami atau istri tidak melaksanakan kewajibannya, maka dalam ayat di atas diperintahkan untuk mengutus 2 orang hakim guna menjadi juru damai di antara keduanya.Yakni satu hakim dari pihak suami dan satu hakim dari pihak istri.

baca juga :

 

Anda mungkin juga suka...