Karakteristik atau Sifat Optik Mata

Karakteristik atau Sifat Optik Mata

  1. Refraksi, adalah defleksi, atau pembelokan , berkas sinar saat melewati salah satu medium menuju medium lain yang memiliki densitas optik berbeda. Semakin koveks suatu permukaan , maka akan semakin reflaktif dayanya.
  2. Kornea: bertanggung jawab untuk sekitar 70% daya refraktif dan merupakan alat penyesuaian kasar pada mata
  3. Lensa:  berperan dalam sebagian besar aktivitas refraktif yang tersisa dan merupakan alat penyesuaian halus pada mata.
  4. Cairan aquosus dan vitreus:  bertanggung jawab untuk refraksi minimal.
  5. Akomondasi: adalh proses penyesuaian otomatis pada lensa untuk memfokuskan objek secara jelas pada jarak yang beragam.
  6. Lensa Konveks (tebal di tengah dan tipis di perifer) lebih bundar, mengumpulkan berkas sinar, dan fokusnya pada objek yang dekat.
  7. Lensa konkaf (tipis di tengah dan tebal di perifer) membiaskan berkas sinar, mendatar dan fokusnya pada objek berjarak jauh.
  8. Pada emetropia atau akomodasi normal , kontraksi otot siliaris mengurangi tarikan ligamen suspensorik pada lensa, yang kemudian menonjol ke luar sehingga semakin konveks , atau membulat untuk penglihatan dekat. Relaksasi otot siliaris memperkuat tarikan ligamen suspensorik pada lensa, sehingga semakin memipihkan lensa untuk penglihatan jauh.
  9. Daya akomodasi: suatu refleks tak sadar, akan menurun seiring pertambahan usia akibat penurunan elastisitas lensa, yang tidak dapat menonjol ke luar lagi sebanyak di usia muda. Kondisi seperti ini disebut presbiopia dan diperbaiki dengan lensa bifocal.
  10. Konvergensi: bola mata saat mengamati objek yang dekat membantu proses akomodasi dengan memastikan bahwa bayangan dalam kedua mata jatuh pada bagian koresponden retina.
  11. Konstriksi pupil: juga terjadi secara refleks salam proses akomodasi untuk menampilkan berkas sianr yang paling terbias pada layar dan memungkinkan pembentukan bayangan yang jelas pada retina.
  12. Defek Visual
  13. Miopi ( rabun dekat )
  14. Bola mata yang memiliki daya refraktif terlalu panjang, atau sistem lensa yang terlalu kuat, menyebabkan fokus bayangan jatuh pada titik di depan retina.
  15. Akibatnya adalah rabun dekat disebut demikian karena mata hanya dapat berfokus pada objek yang dekat.
  16. Miopia diperbaiki dengan lensa konkaf yang diletakkan di depan mata, sehingga didapatkan  refraksi yang cukup untuk memfokuskan objek berjarak jauh ke retina
  17. Hiperopia ( rabun jauh )
  18. Bola mata dengan sistem lensa yang terlalu pendek atau terlalu lemah mengakibatkan bayangan jatuh dibelakang retina. Sehingga penglihatan buram terhadap objek yang berjarak dekat.
  19. Hiperopia diperbaiki dengan lensa konveks yang diletakkan di depan mata sehingga fokus benda jatuh pada retina

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

 

Anda mungkin juga suka...