Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat

Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat

Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat

Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat

Ciri utama kebijakan luar negeri Amerika Serikat

sejak tahun 1940an telah membentuk dengan dua strategi yang besar yang telah membangun tatanan internasional modern. Salah satunya adalah orientasi realis, yang berkisar seputar pencegahan perluasan kekuasaan politik musuh, penghadangan dan pemeliharaan keseimbangan kekuatan global. Mulai dari menghadapi Uni Soviet yang berbahaya dan ekspansif sejak 1945, Amerika Serikat melangkah maju mengisi kekosongan yang ditinggalkan Kerajaan Inggris yang melemah dan tatanan Eropa yang runtuh untuk memberikan kekuatan terhadap Stalin dan Tentara Merahnya.

Tolak ukur dari strategi ini adalah pencegahan perluasan kekuasaan musuh, yang bertujuan meniadakan kemampuan Uni Soviet untuk mengembangkan lingkup pengaruhnya. Tatanan terjaga dengan mengatur keseimbangan bipolar antara kubu Amerika Serikat  dan Uni Soviet. Stabilitas tercapai melalui penghadangan nuklir. Untuk pertama kalinya, senjata nuklir dan doktrin yang saling memastikan kehancuran membuat perang antara negara-negara besar menjadi tidak rasional. Namun pencegahan perluasan kekuatan musuh dan keseimbangan kekuatan global berakhir dengan ambruknya Uni Soviet pada tahun 1991. Penghadangan nuklir tak lagi menjadi logika utama dari tatanan yang ada, sekalipun hal ini masih menjadi sisa masalah yang berlanjut menggoyangkan stabilitas hubungan Cina, Rusia dan Barat.

Terdapat tujuan-tujuan dasar kebijakan luar negeri Amerika Serikat pada pasca Perang Dingin yaitu:

1.Ingin menekankan persaingan keamanan di Eropa dan Asia

2.Mencegah munculnya negara-negara besar yang bermusuhan

3.Mendorong ekonomi dunia yang lebih terbuka

4.Melarang penyebaran senjata pemusnah massal (SPM), dan

5.Menyebar-luaskan demokrasi dan menghormati Hak Asasi Manusia. 


Sumber: https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/seva-mobil-bekas/

Anda mungkin juga suka...