Kemajuan pemikiran praoperasional menurut Piaget

Kemajuan pemikiran praoperasional menurut Piaget

  1. Fungsi simbolis (symbolic function)

Symbolic function adalah kemampuan anak untuk menggunakan representasi mental (kata-kata, angka, atau gambar).

  1. Pemahaman identitas

Pemahaman identitas merupakan kemampuan anak untuk memahami bahwa perubahan artifisial tidak akan mengubah sifat suatu hal.

  1. Pemahaman sebab-akibat (transduction)

Pemahaman sebab-akibat merupakan kemampuan anak secara mental untuk mengkaitkan fenomena partikuler, terlepas dari ada atau tidaknya sebab-akibat yang logis.

  1. Pemahaman terhadap angka

Merupakan kemampuan anak untuk dapat menghitung dan menangani kuantitas.

  1. Kemampuan mengklasifikasi

Merupakan kemampuan anak untuk mengklasifikasikan sesuatu ke dalam kategori yang bermakna.

  1. Empati

Merupakan kemampuan anak untuk bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh orang lain.

  1. Teori tentang pikiran

Merupakan kemampuan anak untuk memahami aktivitas mental dan fungsi dari pikiran.

Aspek-aspek ketidakmatangan pemikiran praoperasional :

  1. Centration

Anak hanya berfokus dari situasi dan mengabaikan aspek yang lain dan tidak mampu memikirkan berbagai aspek dari sebuah situasi secara bersamaan. Sebagai contoh, seorang anak akan mengatakan bahwa tanah liat yang berbentuk panjang lebih banyak dari tanah liat yang berbentuk bulat padahal banyaknya sama. Anak tidak dapat memperhatikan panjang dan ketebalan tanah liat secara serantak.

  1. Irreversabiltas

Kegagalan anak dalam memahami bahwa dalam sebuah operasi dapat berlangsung dua arah atau lebih. Sebagai contoh, anak tadi tidak menyadari bahwa tanah liat yang berbentuk panjang dapat diubah ke bentuk bulat kembali.

  1. Fokus pada keadaan daripada transformasi

Kegagalan anak dalam memahami signifikasi transformasi di antara beberapa keadaan. Sebagai contoh, anak praoperasional belum mendapatkan konservasi, mereka gagal untuk mengetahui bahwa jumlah air akan tetap meskipun dituang dari gelas pendek dan lebar ke gelas panjang dan kecil.

  1. Penalaran transduktif

Anak melihat sebuah sebab-akibat meskipun pada kenyataannya tidak ada. Sebagai contoh, Ani memarahi saudaranya, kemudian saudaranya jatuh sakit, Ani merasa bahwa ia yang membuat saudaraya sakit.

sumber :

Review Aplikasi Kinemaster Pro Terbaru 2020 (+Link Download)

Anda mungkin juga suka...