Klasifikasi Al-Mal Menurut Fuqoha

Klasifikasi Al-Mal Menurut Fuqoha

Klasifikasi Al-Mal Menurut Fuqoha

Klasifikasi Al-Mal Menurut Fuqoha

Ulama mengklasifikasikan al-mal beradasarkan empat kategori :

1.      berdasarkan boleh atau tidaknya penggunaan menurut syariat, al-mal dibagi menjadi dua:
a.       harta yang bernilai (mal mutaqowwim) yaitu semua harta yang diperbolehkan penggunaannya menurut syariat, seperti makanan dan minuman yang halal.
b.      Harta yang tidak bernilai (mal ghoiru mutaqowwim) yaitu semua harta yang tidak diperbolehkan penggunaannya menurut syariat kecuali dalam keadaan darurat, seperti babi dan minuman keras.
Manfaat pengklasifikasian al-mal beradasarkan kategori ini adalah :
·           untuk mengetahui apakah suatu harta itu boleh diajadikan obyek dari suatu transaksi atau tidak. Jika suatu barang itu termasuk kategori harta yang bernilai maka boleh dijadikan sebagai obyek dari suatu transaksi. Dan sebaliknya jika termasuk kategori Harta yang tidak bernilai maka tidak diperbolehkan untuk dijadikan sebagai obyek dari suatu transaksi.
·           Untuk mengetahui apakah suatu harta jika dirusakkan atau dimusnahkan itu wajib untuk diganti atau tidak. Jika suatu barang itu termasuk kategori harta yang bernilai maka wajib diganti jika dirusakkan atau dimusnahkan. Dan sebaliknya jika termasuk kategori Harta yang tidak bernilai maka tidak diwajibkan untuk menggantinya jika dirusakkan atau dimusnahkan.
Dari pengklasifikasian berdasarkan kategori ini bisa disimpulkan bahwa ulama membedakan antara materi dan nilai. Materi bisa terwujud hanya ketika seluruh manusia atau sebagaian di antara mereka menggunakannya sebagai materi. Tetapi nilai hanya berlaku bila dibolehkan oleh ajaran syariat. Minuman keras, bangkai, babi adalah harta atau materi, tetapi tidak bisa dikatakan sebagai barang bernilai
2.      berdasarkan tetap atau tidaknya suatu harta pada tempatnya, al-mal dibagi menjadi dua:
a.       harta tidak bergerak (`aqor), yaitu harta yang tidak bisa dipindahkan dari tempat asalnya ke tempat lain, Seperti rumah dan tanah.
b.      Harta bergerak (mal manqul), yaitu harta yang bisa dipindahkan dari tempat asalnya ke tempat lain, seperti hewan dan pakaian.
Manfaat pengklasifikasian al-mal beradasarkan kategori ini adalah :
·           Untuk mengetahui apakah suatu harta itu bisa diwakafkan atau tidak. Menurut madhab Hanafi diperbolehkan mewakafkan harta yang tetap, sedangkan harta yang tidak tetap maka tidak diperbolehkan untuk diwakafkan.
·           Untuk mengetahui apakah suatu harta itu boleh dijual sebelum diserahterimakan oleh penjual ke pembeli atau tidak. Menurut madhab Hanafi diperbolehkan menjual harta yang tetap meskipun belum diterima oleh pembeli, sedangkan harta yang tidak tetap maka tidak diperbolehkan untuk dijual sebelum diterima oleh pembeli.
3.      berdasarkan sama atau tidaknya individu dan partikel suatu harta dengan harta lain, al-mal dibagi menjadi dua:
a.       mal mitsliy
yaitu harta yang mempunyai kesamaan dengan harta lain, baik dalam segi individual maupun partikelnya tanpa ada perbedaan berarti yang bisa mempengaruhi perbedaan nilai dalam transaksi. Seperti contoh: tepung, kain, mobil.
b.      Mal qimiy, yaitu yaitu harta yang tidak mempunyai kesamaan dengan harta lain, baik dalam segi individual maupun partikelnya. atau mempunyai kesamaan tapi dengan adanya perbedaan yang bisa mempengaruhi perbedaan nilai dalam transaksi. Seperti contoh: hewan, tanah, tanaman.
Manfaat pengklasifikasian harta berdasarkan kategori ini adalah:
·           Untuk mengetahui ganti rugi yang harus ditanggung oleh seseorang yang menghilangkan atau merusakkan suatu harta. Jika harta yang dihilangkan adalah termasuk jenis mal mitsliy maka dia harus mengganti harta tersebut dengan harta yang sama persis. Tetapi jika harta yang dihilangkan atau dimusnahkan itu termasuk mal qimiy maka dia harus mengganti dengan nilai dari harta tersebut.
·           Untuk mengetahui boleh atau tidaknya pembagian suatu harta yang dimiliki bersama ketika salah satu pemilik tidak hadir dan tanpa persetujuannya. Jika harta tersebut termasuk jenis mal mitsli maka diperbolehkan membagi harta milik bersama meskipun tanpa kehadiran salah satu pemiliknya dan tanpa izin darinya. Sedangkan jika harta tersebut termasuk jenis mal qimiy maka tidak diperbolehkan untuk membagi harta milik bersama tanpa kehadiran salah satu pemiliknya dan tanpa izin darinya.
4.      berdasarkan berkurang atau tidaknya dzat suatu harta setelah pemakaian, al-mal dibagi menjadi dua:
a.       mal istihlakiy: yaitu harta yang berkurang dzatnya setelah penggunaan. Seperti makanan, minuman, minyak.
b.      Mal isti`maliy: yaitu harta yang tidak berkurang dzatnya setelah penggunaan, seperti baju, tikar, buku.
Manfaat dari pengklasifikasian harta berdasarkan kategori ini adalah untuk bisa mengetahui harta apakah yang boleh dijadikan obyek dari transaksi yang hanya berorientasi pada penggunaan. Harta yang termasuk dalam kategori Mal isti`maliy boleh dijadikan obyek dari transaksi yang hanya berorientasi pada penggunaan, seperti pada transaksi penyewaan dan peminjaman. Sedangkan harta yang termasuk dalam kategori mal istihlakiy tidak boleh dijadikan obyek dari transaksi yang hanya berorientasi pada penggunaan. Dan dalam transaksi yang tidak hanya berorientasi pada penggunaan saja seperti transaksi jual beli, maka harta yang termasuk kategori mal istihlakiy maupun mal isti`maliy boleh dijadikan obyek dalam transaksi tersebut.
baca juga :

Anda mungkin juga suka...