Komprehensif Integral

Komprehensif Integral

Kom.pre.hen.sif yaitu luas dan lengkap tentang ruang lingkup isi, in.teg.ral yaitu mengenai keseluruhannya meliputi seluruh bagian yang perlu untuk menjadikan lengkap, utuh, bulat, sempurna, dalam pengertian ini penulis mengartikan dengan istilah Kesempurnaan dalam karakter pendidikan Islam, Al-Ghozali berpendapat bahwa akidah ialah yang bersandar pada sendi-sendi Islam, karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai kesatuan individu yang sempurna dan kekuatan yang berbeda-beda bahkan pada umumnya manusia mempunyai jiwa , nyawa, sukma, hati nurani dan akal pikiran yang jernih atau cemerlang.

Kemudian Al-Ghozali juga berpendapat  tentang kepribadian manusia terdapat pada pendidikan akhlakul karimah dan akidah islamiah yang memancarkan atau memantulkan keagamaan, baik tentang kesucian badan atau raga maupun tentang kesucian jiwa atau nyawa, sehingga kepribadian muslim yang diinginkan adalah kepribadian yang memiliki tanggung jawab dan tercermin dalam dirinya nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan pengertian kepribadian manusia jika dipadukan dengan pendidikan islam ialah yang sesuai, selaras dan sepadan dengan corak atau bentuk islam, karena pada dasarnya manusia mempunyai jiwa individu dan jiwa universal

Sebagaimana yang pernah di utarakan oleh Salman Al-Faritsi kepada Abi Darda sahabat Nabi SAW berkata : bahwa kepribadian manusia terkadang dipengaruhi oleh sifat positif dan terkadang dipengaruhi oleh sifat yang negatif, bukankan Rasululullah bersabda :

الا ان بالجسد مضغه اذا صلحت صلح الجسد كله واذا فسدث فسد الجسد كله الا وهي القلب

Ingatlah sesungguhnya dalam jasad manusia terdapat segumpal daging, apabila baik maka baiklah seluruh jasadnya, sebaliknya apabila rusak maka rusaklah seluruh jasadnya termasuk hatinya (HR.Bukhari).

Disamping itu pendidikan Islam juga mencakup  pendidikan jasmani dan rohani, sekaligus untuk mendidik akal, karena Islam menjadikan alam semesta, menjadikan kehidupan, menganjurkan pada pemeluknya untuk menggali ilmu pengetahuan, untuk memanfaatkan akal pikiran, untuk merenungi ayat-ayat Allah SWT, untuk untuk memikirkan kebenaran wahyu Illahi, untuk menghayati kehidupan yang hakiki dan sebagainya (QS.Al-Hajj :46)

Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (QS.Qaaf:16)

Maka sebenarnya kepribadian manusia menurut Al-Ghozali adalah untuk membentuk kepribadian Islam yang istimewa, untuk mencari jati diri manusia yang seutuhnya dan untuk membuktikan karakter yang sempurna baik sifat, tabiat, norma, watak, akhlak maupun karakter, semuanya harus terpuji, seperti yang dimiliki oleh Rasulullah SAW, beliau adalah seorang pemimpin yang ulung, uswatun hasanah,

POS-POS TERBARU

Anda mungkin juga suka...