Konsep Kualitas Air

Konsep Kualitas Air

Identifikasi kualitas air dengan melakukan pengukuran dan analisis kualitas air dapat dilakukan dengan pemahaman yang baik pada konsep dasar fisika tentang resistivitas dan konduktivitas, serta konsep dasar kimia tentang larutan asam, basa, garam, larutan buffer, dan hidrolisis garam. Korelasi nilai hambatan dengan kualitas air menggunakan konsep sifat air sangat murni (ultrapure water) yang dikembangkan oleh Bevilacqua.

Nilai resistivitas atau nilai hambatan adalah nilai kemampuan air untuk menghambat arus listrik sedangkan nilai konduktivitas atau nilai hantaran adalah nilai kemampuan air untuk menghantarkan arus listrik. Nilai resistivitas dan nilai konduktivitas merupakan nilai yang saling berbanding terbalik dimana makin besar nilai resistivitas, makin kecil nilai konduktivitas, dan sebaliknya makin kecil nilai resistivitas, makin besar nilai konduktivitas. Nilai resistivitas maupun konduktivitas sangat dipengaruhi oleh kandungan ion-ion yang terlarut dalam air. Ion-ion yang terlarut dalam air memberikan pengaruh pada sifat kimia air apakah air bersifat masam, basis, atau netral. Menurut Arrhenius, senyawa asam merupakan senyawa yang melepas ion H+ saat terjadi ionisasi sedangkansenyawa basa adalah senyawa  yang melepas ion OH- saat terjadi ionisasi.

Berdasarkan pemahaman tersebut maka air menurut Arrhenius memiliki sifat dualisme yaitu bersifat asam maupun basa karena saat terjadi ionisasi, air melepas ion H+ dan OH-. Menggunakan konsep Arrhenius tersebut dan konsep air sangat murni (ultrapure water) maka air memiliki dua potensi yang seimbang untuk menjadi asam maupun basa. Karena dua potensi yang seimbang tersebut maka masing-masing ion memiliki nilai beda potensial yang sama. Air sangat murni yang diteliti oleh Bevilacqua masih memiliki nilai hambatan, walau hambatan nilai air sangat murni besar sekali namun air sangat murni tersebut untuk kajian kajian mendalam tentang sifat-sifat semi konduktor belum dapat dianggap memiliki hambatan yang tak hingga. Mengacu pada konsep air sangat murni maka semakin besar nilai resistivitas akan menunjukkan kemurnian air yang semakin tinggi sedangkan semakin kecil nilai resistivitas akan menunjukkan tingkat kemurnian air yang semakin rendah. Berdasarkan penelitian Anthony C Bevilacqua,  penyebab ketidakmurnian air dunia pada umumnya adalah adanya campuran dari tiga macam senayawa yaitu HCl untuk senyawa asam, NaOH untuk senyawa basa, dan NaCl untuk senyawa garam. Pendekatan secara fisika untuk menduga kandungan kimia air dapat dilakukan melalui penggunaan konsep asam-basa Bronsted-Lowry. Konsep asam-basa Bronsted-Lowry adalah konsep asam-basa yang digunakan pada ilmu kimia modern dimana konsep ini juga memberikan penjelasan tentang dua sifat netral air yang dapat berasa asin maupun berasa tawar. Sifat air yang diukur dengan parameter pH untuk sifat air dapat berarti bahwa air tersebut murni tidak mengadung zat asam-basa atau pun tidak murni yaitu air dapat mengandung asam, basa, ataupun keduanya. Menurut Bronsted-Lowry, Asam merupakan senyawa yang melepaskan ion H+ sedangkan basa adalah senyawa yang menangkap ion H+. Senyawa asam yang melepas ion H+ disebut dengan basa konjugasi sedangkan senyawa basa yang menangkap ion H+ disebut asam konjugasi. Baik asam maupun basa memiliki sifat elektrolit yang berbeda-beda. Asam atau basa yang menghantarkan listrik dengan baik disebut dengan asam atau basa kuat sedangkan asam atau basa yang menghantarkan listrik dengan lemah disebut asam atau basa lemah. Air yang mengandung senyawa asam dan basa sekaligus akan memiliki sifat-sifat yang  berbeda yang bergantung pada kekuatan asam atau basa yang terlarut. Air yang mengandung senyawa asam kuat dan basa kuat akan memiliki sifat netral dengan rasa yang asin. Air yang mengandung senyawa asam kuat dan basa lemah akan memiliki sifat masam dengan rasa asam. Air yang mengandung senyawa basa kuat dan asam lemah akan memiliki sifat basis dengan rasa basa. Air yang mengandung senyawa asam lemah dan basa lemah akan memiliki sifat dan rasa yang dikontrol oleh dominasi kekuatan asam atau basa yang terlarut. Pengukuran pH, nilai hambatan, dan analisis lingkungan perairan akan dapat digunakan untuk menganalisis kemungkinan kandungan kimia pada air.

baca juga :

Anda mungkin juga suka...