Kriteria Dalam (Weeding) Penyiangan

Kriteria Dalam (Weeding) Penyiangan

Kriteria Dalam (Weeding) Penyiangan

Kriteria Dalam (Weeding) Penyiangan
Kriteria Dalam (Weeding) Penyiangan

Menurut Winoto (2004) ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan penyiangan bahan pustaka berupa buku atau monograf yakni sebagai berikut: bidang kajian, usia atau umur, cakupan duplikasi, sumber alternatif, kondisi fisik, tingkat perlakuan, dan kepentingan pengarang. Untuk melaksanakan penyiangan, Carter (1974) menyarankan kategori buku yang dianggap bisa disiangi :

  • Duplikasi judul, buku ini terbeli karena banyaknya permintaan, dan sekarang tidak dimanfaatkan lagi
  • Edisi lama, di mana edisi yang baru telah ada dan perpustakaan tidak menginginkan nilai historisnya
  • Buku-buku yang telah rusak dan tidak mungkin untuk bisa dimanfaatkannya lagi
  • Buku-buku yang telah ketinggalan baik mengenai isi, bentuk maupun temanya

Setiap jenis perpustakaan yang perlu dilakukan penyiangan, kriteria (pedoman)nya sama misalnya menurut Sumantri (2002), ada 9 pedoman penyiangan koleksi perpustakaan sekolah yaitu:

  • Buku yang isinya (subyeknya) kurang bermanfaat bagi murid atau guru.
  • Buku yang sudah demikian rusak, tidak dapat diperbaiki lagi.
  • Buku yang sudah ketinggalan zaman.
  • Buku yang isinya kurang lengkap.
  • Buku yang jumlahnya terlalu banyak sehingga bisa dikurangi lagi.
  • Buku yang frekuensi pemakainya rendah.
  • Buku yang sudah ada cetakan baru atau edisi revisinya.
  • Buku yang sudah usang, fisik maupun materinya.
  • Buku yang terlarang.

Menurut Yulia (2009) berikut kriteria penyingan bahan pustaka:

  • Sebaiknya perpustakaan memiliki peraturan tertulis tentang penyiangan. Dengan demikian ada pegangan dalam melaksanakan penyingan dari waktu ke waktu.
  • Hendaknya pustakawan meminta bantuan kepada spesialis subyek dari bahan pustaka yang akan disiangi, untuk bersama-sama menentukan apa yang perlu dikeluarkan dari koleksi perpustakaan serta apa yang harus dilakukan terhadap hasil penyiangan itu. Sebagai contoh, pada perpustakaan perguruan tinggi bisa meminta bantuan kepada dosen, ketua jurusan, Pembantu Dekan I, bahkan Dekan. Pada perpustakaan sekolah bisa meminta bantuan guru, kepala sekolah/ wakil kepala sekolah.
  • Kriteria umum penyiangan koleksi adalah sebagai berikut:
  1. Subyek tidak sesuai lagi dengan kebutuhan pengguna perpustakaan.
  2. Bahan pustaka yang sudah usang isinya.
  3. Edisi terbaru sudah ada sehingga yang lama dapat dikeluarkan dari koleksi.
  4. Bahan pustaka yang sudah terlalu rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi.
  5. Bahan pustaka yang isnya sudah tidak lengkap lagi dan tidak dapat diusahakan gantinya.
  6. Bahan pustaka yang jumlah duplikatnya banyak, tetapi frekuensi pemakaian rendah.
  7. Bahan pustaka terlarang.
  8. Hadiah yang diperoleh tanpa diminta, dan memang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  9. Bahan pustaka yang sudah tidak digunakan lagi, dan tidak dibutuhkan.

Yulia (2002) juga menjelaskan bahwa setelah mengetahui kriteria penyiangan koleksi lalu koleksi tersebut jika ada yang ingin diletakkan dalam gudang maka kriterianya sebagai berikut:

  • Kajian terhadap keadaan buku di rak.
  • Nilai sebuah judul buku dalam subyek yang dibahas buku itu.
  • Nilai historis yang dikandung oleh isi buku itu untuk bidang ilmu yang dibahasnya.
  • Keberadaan edisi lain dari buku itu.
  • Keberadaan buku lain dari subyek yang sama.
  • Kondisi fisik buku tersebut.
  • Banyaknya buku yang digudangkan maksimal berimbang dengan pertambahan buku, sebaiknya lebih kecil dari pertambahan buku setiap tahunnya.

Baca juga artikel: