Mahasiswa PKN Kaji Potensi Desa Angsanah

Mahasiswa PKN Kaji Potensi Desa Angsanah

Mahasiswa PKN Kaji Potensi Desa Angsanah

Mahasiswa PKN Kaji Potensi Desa Angsanah
Mahasiswa PKN Kaji Potensi Desa Angsanah

Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, melakukan Pengkajian Keadaan Desa

(PKD) Angsanah, Kecamatan Palengaan, untuk dijadikan sebagai program prioritas dalam pelaksanaan Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXIV Berbasis Participatory Action Research (PAR) 2019.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui berbagai potensi yang ada di desa, terlebih sesuai dengan imbauan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan yang berencana membentuk Desa Tematik demi menggerakkan sektor perekonomian masyarakat di seluruh desa di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam pada 2020 mendatang.

“Berdasar hasil observasi maupun wawancara yang dilakukan, kami menemukan beberapa potensi yang selanjutnya dijadikan sebagai program di lokasi PKN. Di antaranya tentang potensi ekonomi yang berorientasi pada sektor pemberdayaan SDM (Sumber Daya Manusia) di Desa Angsanah,” kata Kordes Angsanah PKN XXIV IAI Al-Khairat Pamekasan, Moh Yasin, Minggu (14/7/2019).
Baca Juga:

Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi Bakal Semakin Berat
Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan Lepas 442 Mahasiswa PKN 2019
Ini Pesan Ketua Senat IAI Al-Khairat Pamekasan Bagi Para Sarjana
Mahasiwa Jalani Pelatihan Intensif Produksi Batik Khas Madura

Upaya merealisasikan Desa Angsanah sebagai salah satu desa tematik, merupakan gagasan dari kajian potensi

desa yang dilakukan dalam program Mahasiswa Mengabdi 2019. “Hemat kami, Desa Angsanah sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai Desa Batik. Sebab di desa ini sangat kaya dengan SDM perajin batik dan sangat perlu untuk diberdayakan,” ungkapnya.

“Seperti kita ketahui bersama, selama ini jargon Desa Batik di Pamekasan sudah ditasbihkan pada Desa Klampar (Kecamatan Proppo). Padahal berdasar kajian kami, justru para perajin batik di Desa Klampar, juga banyak masyarakat dari Desa Angsanah. Sehingga hal ini juga patut diperjuangkan dan digagas oleh stakeholder disini, khususnya kepala desa Angsanah,” jelasnya.

Dari itu, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat termasuk aparatur desa Angsanah,

untuk mengoptimalkan potensi yang ada demi menunjang sektor ekonomi masyarakat setempat. “Terpenting bagaiamana kepala desa bersama masyarakat juga harus memiliki semangat bersama mewujudkan gagasan ini, salah satunya mungkin dengan dibentuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) sebagai langkah awal,” sambung mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah (ESY) IAI Al-Khairat Pamekasan.

 

Baca Juga :