Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia disebut juga sebagai manajemen personalia atau manajemen kepegawaian. Menurut Wendel French manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan sumber daya manusia oleh suatu organisasi.
Koperasi adalah orang atau badan hokum yang bekerja sama secara suka rela untuk mencapai tujuan bersama, yaitu kesejahteraan bagi anggotanya. Disini yang menjadi pelaku intinya adalah :
a. Orang yang lebih dari satu sehingga diperlukan kiat atau pengikat agar,
b. Orang-orang tersebut dapat bekerja sama secara ekonomi dan suka rela dalam
c. Mencapai tujuan-tujuan bersama bukannya tujuan individu, yaitu
d. Kesejahteraan anggota : kesejahteraan manusia menyangkut perasaan sejahter, ketenangan, dan keadaan ekonomi orang banyak.
Manajemen sumber daya manusia adalah bidang pengetahuan manajemen yang bersangkutan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pelaksanaan kegiatan kepegawaian agar tetap selalu adanya pembinaan sesuai dengan kebutuhan organisasi, yaitu penggunaan pegawai secara efisien, pengembangan kemampuan kerja, dan menciptakan suasana serta hubungan kerja yang serasi dalam organisasi koperasi.
Menurut Edwin B. Flippo, manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian pengarahan, dan pengawasan dari pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja karyawan dengan maksud mencapai tujuan individu karyawan, perusahaan, organisasi serta masyarakat.
Sedangkan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia adalah :

Fungsi Manajemen;

– Perencanaan
– Pengorganisasian
– Pengkoordinasian
– Pengarahan
– Pengawasan
Fungsi Operasional
– Pengadaan
– Pengembangan
– Kompensasi
– Integrasi
– Pemeliharaan
– Pemisahan
Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, operasi dapat menempuh pendekatan-pendekatan baik structural maupun cultural. Pendekatan structural merupakan cara pengembangan SDM koperasi sebagai lembaga ekonomi dimana pelatihan harus benar-benar efektif, misalnya dengan magang untuk melengkapi pendidikan model kelas yang sarat dengan ceramah. Pendekatan cultural lebih banyak menyoroti SDM koperasi dari sisi anggota masyarakat lingkungannya. Selain itu peningkatan etos koperasi dan pemahamannya dapat dilihat dalam pendidikan formal dan pendidikan anggota yang diselenggarakan oleh gerakan perkoperasian.
baca juga :

Anda mungkin juga suka...