Manifestasi Klinis (Tanda dan Gejala)

Manifestasi Klinis (Tanda dan Gejala)

1. Gastritis Akut

  1. a.Gastritis Akute Eksogen Simple :

~   Nyeri epigastrik mendadak.

~   Nausea yang di susul dengan vomitus.

~ Saat serangan pasien berkeringat, gelisah, sakit perut, dan kadang disertai panas serta tachicardi.

~   Biasanya dalam 1-2 hari sembuh kembali.

  1. b. Gastritis Akute Eksogen Korosiva :

~ Pasien kolaps dengan kulit yang dingin.

~ Tachicardi dan sianosis.

~ Perasaan seperti terbakar, pada epigastrium.

~ Nyeri hebat / kolik.

  1. c.Gastritis Infeksiosa Akute :

~ Anoreksia

~ Perasaan tertekan pada epigastrium.

~ Vumitus.

~ Hematemisis

  1. Gastritis Hegmonos Akute :

~ Nyeri hebat mendadak di epigastrium.           ~ Neusia.

~ Rasa tegang pada epigastrium.                       ~ Vomitus.

~ Panas tinggi dan lemas                                   ~ Tachipneu.

~ Lidah kering sedikit ekterik.                           ~ Tachicardi

~ Sianosis pada ektremitas.                                ~ Diare.

~ Abdomen lembek.                                          ~ leukositosis

  1. Gastritis Kronis
  2. Gastritis Superfisialis

     ~ Rasa tertekan yang samar pada epigastrium.

     ~ Penurunan BB.

     ~ Kembung / rasa penuh pada epigastrium.

     ~ Nousea.

     ~ Rasa perih sebelun dan sesudah makan.

     ~ Terasa pusing.

     ~ Vomitus.

  1. Gastritis Atropikan

     ~ Rasa tertekan pada epigastrium.                                 ~ Anorexia.

     ~ Rasa penuh pada perut.                                              ~ Nousea.

     ~ Keluar angin pada mulut.                                           ~ Vumitus.

     ~ Mudah tersinggung.                                                    ~ Gelisah.

     ~ Mulut dan tenggorokan terasa kering.

  1. Gastritis Hypertropik Kronik

     ~ Nyeri pada epigastrium yang tidak selalu berkurang setelah minum susu.

     ~ Nyeri biasanya timbul pada malam hari.

     ~ Kadang disertai melena.

  1. E. Komplikasi

            Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berupa hematemesis dan menelan, dapat berakhir sebagai syak hemoragik. Khusus untuk perdarahan SCBA, perlu dibedakan dengan tukak peptik. Gambaran klinis yang diperhatikan hamper sama. Namun pada tukak peptik penyebab utamanya adalah infeksi Helicobakter pytori, sebesar 100% pada hikak duodenum dan 60-90% pada tikak lambung. Diagnosis pasti dapat di tegakkan dengan endoskopi.

  1. Gastritis Akute

–    Perdarahan saluran cerna atas, hingga anemia dan kematian.

–    Ulkus pada lambung.

–    Perforasi lambung.

  1. Gastritis Kronis

–    Gangguan penyerapan Vitamin B12 karena atropi lambung dan akan   terjadi anemia pernisiosa.

–    Gangguan penyerapan zat besi.

–    Penyempitan daearah fillorus.

– Kanker lambung.

 

Sumber: https://newsinfilm.com/

Anda mungkin juga suka...