Masalah Kependudukan yang Terjadi di kota

Masalah Kependudukan yang Terjadi di kota

            dudukan yang beraneka ragam.

6

Indonesia, sebagai negara berkembang dengan luas wilayah yang sangat besar tentu menghadapai masalah perkotaan yang tidak sedikit. Hingga kini, kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang dll masih menjadi daya tarik bagi para pendatang yang datang dari desa untuk mengadu nasib. Tidak semua pendatang ini memiliki kemampuan yang mumpuni dan bekal yang cukup untuk bertahan pada masa-masa awal di perantauan.

            (1) Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk yang terlalu berlebihan jelas menjadi suatu masalah. Hal ini dapat mengakibatkan banyak masalah seperti terjadinya kawasan kumuh, hilangnya lahan pertanian karena dibuat perumahan untuk tempat tinggal bagi para penduduk. Terdapat kecenderungan bahwa pendatang umumnya menempati bagian periferi suatu kota yang secara administratif berbatasan langsung dengan kota lain. Fenomena ini umunya terjadi karena pemukiman lama sudah dipenuhi oleh penduduk asli maupun lama sebelum arus urbanisasi meningkat.

Menurut Ariyanto (1976: 55) mengemukakan bahwa “Pulau Kalimantan yang merupakan pulau terbesar di Indonesia hanya memiliki jumlah penduduk 5,1 juta. Sedangkan pulau Jawa dan Madura yang luas tanahnya 134.703 km2 mempunyai jumlah penduduk lebih dari 76 juta. Pulau yang paling tinggi kepadatan penduduknya di Indonesia adalah pulau Jawa”. Sejak nenek moyang pulau ini sudah dihuni oleh sebagian besar penduduk Nusantara dan selalu menjadi daya tarik sebagai tuuan untuk merantau karena tanahnya yang subur dan infrastruktur serta pelayanan yang lengkap.

(2)   Kurangnya pelayanan d.

(3)

8

Penganguran

Pengangguran tidak hanya disebabkan  kekurangan lapangan pekerjaan, namun juga disebabkan karena rendahnya kemampuan yang mumpuni dan kekuatan dari relasi maupun jejaring  yang dibangun secara professional.”Semakin meningkatnya tuna karya dari orang desa yang tidak segera mendapat pekerjaan di kota, ataupun di kota tidak berhasil dalam persaingan memperebutkan kesempatan kerja yang sangat terbatas” (Ahmadi, 1991: 251).

2.3 Cara Mengatasi Permasalahan Kependudukan di Kota

(1)   Cara mengatasi masalah pertumbuhan penduduk yang besar dan cepat

Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk membatasi jumlah anak dalam keluarga, demi kesejahteraan keluarga. Program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau merupakan keluarga kecil.

Terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga sejahtera Program Keluarga Berencana mempunyai dua tujuan pokok yaitu:

  1. menurunkan angka kelahiran agar pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan peningkatan produksi.
  2. meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera.

(2)   Cara mengatasi masalah penyebaran penduduk yang tidak merata

Dampak yang dirasakan cukup besar maka perlu ada upaya untuk meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.Upaya-upaya tersebut adalah:

  1. Pemerataan pembangunan.
  2. Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah pedesaan.
  3. Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan alamnya.

Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigarasi.Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu:

  1. meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
  2. peningkatan taraf hidup transmigran.
  3. pengolahan sumber daya alam.

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/

Anda mungkin juga suka...