Minimal Yang Harus Dilakukan Pada Malam Lailatu Qadar

Minimal Yang Harus Dilakukan Pada Malam Lailatu Qadar

Minimal Yang Harus Dilakukan Pada Malam Lailatu Qadar

Minimal Yang Harus Dilakukan Pada Malam Lailatu Qadar
Minimal Yang Harus Dilakukan Pada Malam Lailatu Qadar

Sekurang-kurang Qiyam Lailatul Qadar

Telah diterangkan oleh An-Nawawi pendapat As-Shan’ani tentang apa yang harus kita lakukan sekurang-kurangnya supaya kita dipandang telah mengerjakan qiyam Ramadhan. Setidak-tidaknya pada Lailatul Qadar kita mengerjakan shalat Subuh dan Isya dengan berjamaah. Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barang siapa melakukan shalat Maghrib dan Isya dengan berjamaah, ia telah mengambil bagiannya yang sempurna dari Lailatul Qadar.”

Diriwayatkan pula, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa shalat Isya dengan berjamaah, seolah-olah ia telah berdiri pada sebagian malam. Dan apabila ia shalat Subuh dengan berjamaah pula, seakan-akan ia telah berdiri separuh malam lagi.”

Membaca Dzikir

Dan seyogyanyalah diperbanyak membaca dzikir di bawah ini, mengingat hadits “Barang siapa yang membaca:

Tiada Tuhan melainkan Allah, yang sangat besar kemurahan-Nya lagi sangat pemurah. Mahasuci Allah, Yang memiliki tujuh lapis langit dan Yang memiliki ‘Arsy, yang amat besar”. sebanyak tiga kali, seolah-olah ia telah mendapatkan Lailatul Qadar.”

Karenanya, hendaklah kita membaca dzikir itu setiap malam, yang diharapkan merupakan Lailatul Qadar, dengan hati yang seikhlas-ikhlasnya, dari lubuk jiwa yang suci, penuh dengan rasa ketauhidan, suci dari kecemaran syirik dan dari segala maksiat.

Penjelasan

Lalu, apakah pahala ibadah di malam hari itu hanya bagi mereka yang beribadah dan melihat tanda-tanda itu? Kebanyakan ulama menetapkan bahwa pahala ibadah tetap diperolehnya walaupun tanda-tanda tidak dapat dilihatnya. Jadi, barang siapa beribadah malam di seluruh Ramadhan atau di puluhan yang akhir karena iman dan ikhlasnya, dengan maksud memperoleh Lailatul Qadar, ia memperoleh pahala Lailatul Qadar, walaupun tidak melihat tanda apa pun.

Pengarang kitab Al-Hawi mengatakan, “Disukai, bagi mereka yang melihat tanda-tanda Lailatul Qadar, supaya menyembunyikannya. Dan di kala melihat itu, hendaklah terus berdoa dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan khusyu’, dengan doa apa saja yang di-gemarinya, baik urusan dunia maupun akhiratnya, dan hendaklah ia berdoa untuk akhiratnya lebih banyak dan lebih kuat daripada untuk dunianya.”

Juwaibir mengatakan kepada Adh-Dhahhak, “Bagaimana pendapatmu tentang perempuan yang sedang nifas, perempuan yang sedang haid, orang yang sedang dalam perjalanan, dan orang yang sedang tidur nyenyak, apakah mereka mendapat bagiannya pada Lailatul Qadar itu?”

Adh-Dhahhak menjawab, “Semua mereka mendapatkannya, diberikan bagiannya dari Lailatul Qadar oleh Allah, Yang Rahman dan Rahim.”

Istighfar-istighfar Imam Ahmad Ar-Rifa’i

Karena pada Lailatul Qadar kita dianjurkan banyak berdoa dan memohon ampun, berikut ini kami kutipkan pula dua istighfar yang disusun oleh Imam Ahmad Ar-Rifa’i, seorang sufi besar dari Mesir dan pendiri Tarekat Rifa’iyah.

“Aku memohon ampun kepada Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia, yang Maha hidup lagi senantiasa mengurus hamba-Nya; dan aku bertaubat kepada-Nya dari segala dosa yang aku perbuat, sengaja maupun tidak sengaja, rahasia (tidak diketahui orang) atau terang-terangan, yang aku ketahui atau yang aku tidak ketahui. Sesungguhnya Dia mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan dia Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib, Maha Menghapuskan dosa-dosa, Maha Menutupi aib, dan Maha Menghilangkan kesusahan. Dan tidak ada daya dan upaya melainkan dengan izin Allah, Yang Mahatinggi lagi Maha agung.”

Demikian keterangan tentang doa doa lailatul qadar semoga membawa kemanfaatan bagi kita semua. Amiin.

Baca Juga: