Morfologi Larva Udang Galah

Morfologi Larva Udang Galah

di Indonesia spesies Macrobrachium rosenbergii  dikenal dengan sebutan udang galah. Badan udang terdiri atas 3 bagian, yaitu kepala dan dada (cephalothorax), badan yang bersegmen-segmen (abdomen), serta ekor (uropoda). Cephalothorax di bungkus oleh kulit keras. Di bagian depan kepala, terdapat suatu lempengan karapas yang bergerigi, disebut rostrum. Pada rostrum bagian atas, terdapat duri 11-13 buah dan di bagian bawah rostrum 8-14 buah. Pada bagian cephalothorax juga terdapat lima pasang kaki jalan. Pada udang jantan sepasang “kaki jalan kedua” tumbuh panjang dan cukup besar menyerupai galah. Panjangnya dapat mencapai 1,5 kali panjang badannya. Pada udang betina, kaki tersebut relative kecil. Kaki renang udang galah terdapat dibagian bawah abdomen, jumlahnya lima pasang. Selain untuk berenang, kaki renang pada udang betina juga berfungsi sebagai tempat menempelkan telur-telur.

Bagian abdomen terdiri atas lima ruas. Setiap ruas dilengkapi sepasang kaki renang (pleiopoda). Kaki renang pada udang betina agak melebar dan membentuk ruang untuk mengerami telurnya (broodchamber). Sementara itu, uropoda merupakan ruas terakhir dari ruas tubuh yang kaki renangnya berfungsi sebagai pengayuh atau yang biasa disebut dengan ekor kipas. Uropoda  terdiri atas bagian luar (eksopoda), bagian dalam (endopoda), dan bagian ujung yang meruncing (telson)

secara morfologis dan anatomis udang jantan dapat dibedakan dengan yang betina sebagai berikut:

  1. Udang jantan : dapat mencapai ukuran yang lebih besar daripada udang betina. Pasangan kaki jalan yang kedua tumbuh sangat besar dan kuat, bahkan sampai 1,5 x panjang total badannya. Bagian perut lebih ramping, ukuran pleuron lebih pendek. Alat kelamin terletak pada basis pasangan kaki jalan kelima, dimana pasangan kaki ini terlihat lebih rapat dan lunak. Appendix masculine terletak pada pasangan kaki renang kedua yang merupakan cabang ketiga dari kaki renang tersebut.
  2. Udang betina : ukuran tubuh biasanya lebih kecil daripada udang jantan. Pasangan kaki jalan kedua tetap tumbuh lebih besar, namun tidak begitu besar dan kuat seperti pada udang jantan. Bagian perut tumbuh melebar, pleuron memanjang sehingga ruangan pada bagian ini lebih dalam. Bersama-sama dengan kaki renang, ruangan ini merupakan tempat pengeraman telur, sehingga secara keseluruhan bentuk tubuhnya membesar pada bagian perut. Alat kelamin betina terletak pada dangkal pasangan kaki jalan ketiga, merupakan suatu sumuran (lubang) yang disebut “thelicum”. Jarak antara pangkal pasangan kaki jalan kiri dan kanan setiap pasangan terlihat lebih lebar yang memungkinkan telur dapat berjalan kearah perut.

Tingkah Laku

            apabila diperhatikan tingkah laku dan kebiasaan hidup udang galah, fase dewasa udang galah sebagian besar dijalani didasar perairan tawar dan fase larva bersifat planktonik yang sangat memerlukan air payau. Udang galah mempunyai habitat perairan umum, misalnya rawa, danau dan sungai berhubungan dengan laut.

Di alam, udang galah dapat memijah di daerah air tawar pada jarak 100 km dari muara, lalu larvanya terbawa aliran sungai hingga ke laut. Larva yang menetas dari telur paling lambat 3-5 hari harus mendapatkan air payau. Udang galah pada stadia juvenil sampai dewasa menempati habitat air tawar dan pada stadia naupli sampai dengan post larva menempati habitat air payau dengan salinitas antara 5-15 promil.

https://movistarnext.com/

Anda mungkin juga suka...