Panen dan Pasca Panen

Table of Contents

Panen dan Pasca Panen

Panen

pemanenan dilakukan secara hati-hati agar ikan tidak stress. Sehari sebelum pemanenan, ikan dipuasakan terlebih dahulu untuk mengurangi kotoran (feces) dan mencegah muntah dalam kantong plastik pada saat pengangkutan.

Benih yang akan dipanen ditangkap menggunakan tudung saji kemudian dimasukkan ke dalam tudung saji yang lainnya untuk dihitung. Kantong benih diletakkan dalam baskom kemudian diisi dengan air laut steril. Benih yang sudah dihitung dimasukkan kedalam kantong benih dengan kepadatan 100 ekor/ kantong (disesuaikan dengan ukuran ikan dan lama pengakutan) dan diberi Kantong benih diikat dengan karet gelang dan dimasukkan kedalam sterofoam. Kotak sterofoam diberi es batu disekitar kantong benih. Sterofoam tersebut ditutup rapat dan diisolasi serta diberi label. Kotak sterofoam yang sudah ditutup rapat siap dikirim pada konsumen.

2.9.2. Pasca Panen

pengangkutan benih ikan dibagi menjadi dua yaitu menjadi yaitu dengan sistem terbuka dan tertutup. Pengiriman dengan sistem terbuka bisanya diterapkan untuk transportasi jarak pendek. Dalam transportasi memerlukan waktu kurang dari 3 jam dapat digunakan wadah sederhana, misalnya wadah drum dari plastik yang dipasang di kendaraan transportasi dan dipasok oksigen dari kompresor akan lebih baik dibandingkan wadah yang terbuat dari logam. Sedangkan untuk jangka waktu yang lebih lama diperlukan alat-alat khusus. Pengiriman benih ikan tertutup digunakan untuk transportasi jarak jauh dan menggunakan alat transportasi khusus seperti pesawat dan kereta api. Transportasi tertutup menggunakan kantong plastik yang dipasok oksigen. Pengemasan benih ikan dilakukan dengan kantong plastik rangkap. Penurunan suhu media air transportasi biasanya dilakukan  untuk mengurangi aktivitas metabolisme ikan.

            sebelum melakukan usaha pembenihan Kerapu  terlebih dahulu harus diketahui jenis  Kerapu  yang sedang diminati konsumen, termasuk informasi harganya. Sejauh ini pemasaran benih Kerapu untuk segala ukuran (3 – 10 cm) tidak terlampau sulit karena usaha pembesaran Kerapu, baik di keramba jaring apung (KJA), bak terkontrol, maupun di tambak, sudah banyak dilakukan. Daerah pemasaran Kerapu  di Indonesia antara lain Sumatera Barat, Batam, Kepulauan Bangka, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, dan Irian Jaya. Sementara itu, daerah pemasaran Kerapu  di luar negeri antara lain Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Cina.

Baca juga:

Anda mungkin juga suka...