Pemahaman Terhadap Paham Ahlussunnah Waljamaah

Pemahaman Terhadap Paham Ahlussunnah Waljamaah

Pemahaman Terhadap Paham Ahlussunnah Waljamaah

Pemahaman Terhadap Paham Ahlussunnah Waljamaah

     Dalam perjalanan pemerintahan Islam muncul beberapa sekte atau golongan yang akan merubah pemikiran dan pola kehidupan baik dalam beribadah maupun berkeyakinan.

     Ahlussunnah Waljamaah atau lebih sering disingkat Ahlussunnah atau Sunni adalah mereka yang senantiasa tegak diatas Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits yang sahih dengan pemahaman para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in. Menurut sejarah bahwa ahlussunnah waljamaah adalah nama sebuah aliran pemikiran (school of tought ) yang menganggap dirinya sebagai pengikut sunah (The follower of The sunah) yaitu sebuah jalan keagamaan yang mengikuti Rosulullah dan sahabat-sahabatnya, sebagaimana dituliskan dalam hadis: “Ma Ana ‘alaih Kwa ashabi” sedangkan jamaah berarti mayoritas.

     Paham ahlussunah waljamaah sebenarnya sudah terformat sejak masa awal Islam yang ajarannya merupakan pengembangan dari dasar pemikiran yang telah dirumuskan sejak periode sahabat dan tabi’in. Yaitu pemikiran keagamaan yang menjadikan hadis sebagai rujukan utamanya setelah Al-Qur’an. Nama Ahlu Al-hadits diberikan sebagai ganti ahl al-sunnah wa-jamaah yang pada saat itu masih dalam proses pembentukan dan merupakan penunjuk jalan lurus dari paham khawarij dan muktazilah yang tidak mau menerima hadis (al sunah) sebagai sumber pokok ajaran agama Islam setelah Al-Qur’an.

     Imam Al Asy’ari dan Abu Mansur Al Maturudi adalah dua sosok yang memiliki tempat tersendiri  dikalangan kaum Sunni karena melalui dua ulama kharismatik itulah Ahlussunnah Waljamaah lahir sebagai faham ideologi keagamaan. Paham ini lahir sebagai reaksi terhadap perkembangan pemikiran kelompok muktazilah yang begitu liar, Diana doktrin ketuhanan dan keimanannya semakin menimbulkan keguncangan spiritual ideologis yang dahsyat. Paham Ahlussunnah Waljamaah yang diajarkan Imam Al Asy’ari dan Abu Mansur Al Maturudi pada dasarnya merupakan koreksi terhadap berkembangnya berbagai doktrin ketuhanan dan keimanan (visi akidah) yang dipandang menyimpang dari ajaran nabi dan para sahabatnya. Kaitannya dengan pandangan Jabariah yang fatalistik tentang nasib serta pandangan Qodariyah yang geraham tentang kemampuan manusia untuk menentukan perbuatannya, seperti dalam tatapan ideologis kaum Syi’ah dan Muktazilah, kaum Sunni (Ahlussunah Waljamaah) membuat garis batas yang jelas terhadap kedua kelompok tersebut. Secara epistemologi Ahlussunnah Waljamaah bisa diartikan sebagai “para penganut tradisi nabi Muhammad dan Ijmak ulama’.”

     Adapun secara terminologi, Ahlussunnah Waljamaah berarti “ ajaran Islam yang murni sebagaimana yang diajarkan dan diamalkan oleh Rosulullah SAW bersama para sahabatnya”. Pengertian ini mengacu pada hadis nabi yang terkenal : “hal mana Nabi memprediksikan bahwa satu saat kelak umat Islam akan terpecah dalam 73 golongan, semua celaka kecuali satu firqah, yaitu  mereka berpegang teguh pada pegangan beliau dan pegangan para sahabat-sahabatnya.” Dalam hadis lain yang senada, golongan yang selamat ini disebut sebagai Ahlussunnah Waljamaah

sumber :

Life is Strange 1.00.296 Unlocked Apk + Data

Anda mungkin juga suka...