Pembelajaran Aktif

Pembelajaran Aktif

Pembelajaran Aktif

Pembelajaran Aktif

Pembelajaran aktif yaitu pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dari pada berpusat pada guru untuk mengaktifkan peserta didik. Kata kunci bagi guru yang dipegang adalah kegiatan yang dirancang untuk dilakukan siswa, baik kegiatan berfikir maupun berbuat. Fungsi dan peran guru lebih banyak pada fasilitator.

Peran aktif siswa dalam pembelajaran sangatlah penting. Karena pada hakikatnya, pembelajaran memang merupakan suatu proses aktif dari pembelajaran dalam membangun pemikiran dan pengetahuannya. Peranan aktif siswa dalam pembelajaran akan menjadi dasar dari pembentukan generasi kreatif, yang berkemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang tak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain.

Ada tiga alasan mengapa belajar aktif perlu diterapkan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Karakteristik anak

Pada dasarnya , anak dialhirkan dengan memiliki sifat ingin tahu dan imajinasi. Sifat ingin tahu merupakan modal dasar bagi perkembangan siakp kritis, dan imajinasi bagi perilaku kreatif.

  1. Hakikat belajar

Belajar adalah proses menemukan dan membangun makna/pengertian oleh si pembelajar, terhadap informasi dan pengalaman, yang disaring melalui persepsi, pikiran, dan perasaan sipembelajar.

  1. Karakteristik lulusan yang dikehendaki

Untuk dapat bertahandan berhasil dalam hidup, lulusan yang didinginkan adalah generasi yang peka, mandiri, dan bertanggung jawab. Peka berarti berpikir tajam, kritis, dan tanggap terhadap pikiran dan persaan orang lain. Mandiri berarti berani dan ammpu bertindak tanpa selalu tergantung pada orang lain. Bertanggung ajwab berarti siap menerima akibat dari keputusan dan tindakan yang diambil.

Pembelajaran dikatakan aktif apabila mengandung:

1)     Keterlekatan pada tugas (commitment)

Dalam hal ini, materi, metode, dan strategi pembelajaran hendaknya bermanfaat bagi siswa, sesuai dengan kebutuhan siswa, dan memiliki keterkaitan dengan kepentingan pribadi.

2)     Tanggung jawab (responsibility)

Dalam hal ini, sebuah proses belajar perlu memberikan wewenang kepada siswa untuk berpikir kritis secara bertanggung jawab, sedangkan guru lebih banyak mendengarkan dan menghormati ide-ide siswa, serta memberikan pilihan dan peluang kepada siswa untuk mengambil keputusan sendiri.

3)     Motivasi (motivation)

Proses belajar hendaknya lebih mengembangkan motivasi intrinsic siswa, yang dalam hal ini adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri yang dapat mendorongnya untuk melakukan tindakan belajar. Dalam perspektif psikologi kognitif, motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi intrinsic karena lebih murni serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Guru harus dapat menciptakan suasana yang membangkitkan siswa terlibat aktif menemukan, mengolah, dan membangun pengetahuan atau keterampilan enjadi sebuah konsep baru yang benar.


Baca Juga :

Anda mungkin juga suka...