Pendekatan Studi Perilaku Organisasi

Pendekatan Studi Perilaku Organisasi

Beberapa pendekatan yang menandai perkembangan awal dari studi perilaku yang merupakan pendekatan perspektif teoritis-makro, yaitu:

  1. Pendekatan Tradisional

Tokoh-tokoh pendekatan tradisional seperti W. Taylor dan Max Weber. Pendekatan tradisional memberikan tradisonal memberikan kontribusi dalam studi manajemen antara lain:

  1. Telah mengenal teori-teori rasional yang sebelumnya belum ada.
  2. Memusatkan perhatian pada peningkatan produktivitas dan kualitas.
  3. Menyediakan mekanisme administratif yang sesuai bagi organisasi.
  4. Penerapan pembagian kerja.
  5. Meletakkan landasan mengenai efesiensi metode kerja dan organisasi.
  6. Mengembangkan prinsip-prinsip yang umum dalam manajemen.

Pedekatan ini kemudian banyak ditinggalkan karena hanya menekankan aturan-aturan formal, spesialisasi, pembagian tanggung jawabyang jelas dengan memberi perhatianrelatif kecil terhadap arti penting personal dan kebutuhan social dari individu-individu yang berada dalam organisasi.

  1. Pendekatan Hubungan Kerja Kemanusiaan (Human Relation Approach)

Tokoh-tokoh yang mengemukakan pendekatan ini seperti Elton Mayo. Pendekatan hubungan kerja kemanusiaan memberikan beberapa sumbangan pemikiran dan hipotesis baru, antara lain:

  1. Secara eksplisit pertama kali mengenalkan peranan dan pentingnya hubungan interpersonal dalam perilaku kelompok.
  2. Secara kritis menguji kembali hubungan antara gaji dan motivasi.
  3. Mempertanyakan anggapan bahwa masyarakat merupakan kelompok individu yang berusaha untuk memaksimalkan pemenuhan kepentingan personalnya.
  4. Menunjukkan bagaimana sistem social saling berhubungan.
  5. Menunjukkan hubungan antara kepuasan kerja dan produktivitas.

Kelemahan pendekatan ini adalah:

  1. Mengesampingkan pengaruh struktur organisasi terhadap perilaku individu.
  2. Memandang organisasi sebagai sistem tertutup dan mengabaikan kekuatan lingkungan politik, ekonomi, dan lingkungan yang lain.
  3. Tidak menjelaskan pengaruh kesatuan kerja terhadap sikap dan perilaku individu.
  4. Meremehkan mitifasi keinginan untuk berpartisipasi  dalam pembuatan  keputusan dan kesadaran sendiri berkaitan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan.
  5. Memusatkan perhatian pada pengaruh kelompok kecil, namun mengabaikan pengaruh struktur social yang lebih luas.

sumber :
https://deevalemon.co.id/seva-mobil-bekas/

Anda mungkin juga suka...