Pengaruh Seni Anyam Bambu Terhadap Perekonomian Masyarakat di Desa Jepang Pakis

Pengaruh Seni Anyam Bambu Terhadap Perekonomian Masyarakat di Desa Jepang Pakis

Dahulu kerajinan seni anyam bambu di desa Jepang Pakis menjadi sumber mata pencaharian utama dalam kehidupan masyarakat tersebut. Sebelum adanya globalisasi, masyarakat di kota Kudus hidup secara tradisional. Semua peralatan penunjang aktivitasnya sehari-hari menggunakan peralatan yang berbahan dari alam, salah satunya bambu yang tumbuh subur di kota Kudus. Sehingga keadaan tersebut memberikan dampakpositif terhadap kelangsungan kerajinan anyam bambu terutama di desa Jepang Pakis.

Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Karena banyaknya masyarakat yang membutuhkan barang kerajinan anyam, maka banyak masyarakat Jepang Pakis yang memanfaatkan keahliannya untuk membuat barang kerajinan tersebut. Rata-rata penduduk Jepang Pakis mahir membuat kerajinan anyam bambu, baik tua maupun muda, karena tradisi seni tersebut diwariskan secara turun temurun.

Sejak saat itu desa Jepang Pakis menjadi sentral kerajinan seni anyam di Kudus. Dan perekonomian masyarakat setempat mengalami perubahan drastis. Sehingga dapat dinyatakan kehidupan masyarakat meningkat saat itu. Masyarakat merasa mendapat pemasukan tambahan karena barang kerajinan yang mereka hasilkan banyak yang membutuhkan, sehingga mereka berlomba-lomba memproduksi barang kerajinan tersebut.

Setelah adanya globalisasi

Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah adanya globalisasi, sejalan dengan itu pula peralatan teknologi hadir dengan menawarkan multi fungsi yang akhirnya membuat orang cenderung untuk hidup instan dan murah. Mulai saat itulah barang-barang produk modern yang berbahan plastik yang mempunyai fungsi sejenis beredar di pasaran. Sehingga kerajinan bambu produksi masyarakat semakin kalah bersaing dengan produk modern yang diklaim lebih murah dan menyediakan berbagai modelpilihan.

Akibatnya, pabrik yang semula kegiatannya memproduksi kerajinan anyam bambu itu harus gulung tikar. Sebab barang yang diproduksi tidak laku. Maka sudah dipastikan kerajinan seni anyam yang sempat menjadi sumber penghidupan utama itu sekarang luntur dan secara otomatis perekonomian masyarakat menurun.

sumber: https://vhost.id/uber-gandeng-nasa-kembangkan-taksi-terbang/

Anda mungkin juga suka...