Pengertian dan cara Mengurangi Kecemasan

Pengertian dan cara Mengurangi Kecemasan

Pengertian dan cara Mengurangi Kecemasan

Pengertian dan cara Mengurangi Kecemasan
Pengertian dan cara Mengurangi Kecemasan

A.   Pengertian Kecemasan

Kecemasan merupakan hal yang sering kita alami dalam hidup ini, sebetulnya kecemasan merupakan reaksi normal terhadap situasi yang menekan. Dimana memungkinkan seseorang merasakan ketakutan yang  tidak rasional terhadap sesuatu.

 

Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian kecemasan, akan dipaparkan pendapat beberapa para ahli dalam merumuskan pengertian tentang kecemasan sebagai berikut :

v  Menurut Post (1978), kecemasan adalah kondisi emosional yang tidak menyenangkan, yang ditandai oleh perasaan-perasaan subyektif seperti ketegangan, ketakutan, kekhawatiran dan juga dengan aktifnya syaraf pusat.

v  Menurut Lazarus (1991), kecemasan adalah reaksi individu terhadap hal yang akan dihadapi. Kecemasan merupakan suatu perasaan yang berhubungan dengan aspek subyektif emosi. Kecemasan merupakan gejala yang biasa pada saat ini, karena itu disepanjang perjalanan hidup manusia, mulai lahir sampai menjelang kematian, rasa cemas sering kali ada.

v  Menurut Maramis (1995), kecemasan adalah suatu ketegangan, rasa tidak aman, kekhawatiran yang timbul karena diarasakan akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.

v  Menurut Nevid (2005), Kecemasan dapat menjadi reaksi emosional yang normal dibeberapa situasi, tetapi tidak disituasi lain.

Kecemasan tidak sepenuhnya adalah hal yang buruk bagi manusia, kenapa? Tuhan menciptakan manusia dengan kecemasan agar kita memiliki kepekaan untuk menjaga diri dari hal yang berbahaya yang memungkinkan membahayakan dirinya. Misalnya penumpang ojek merasa ketakutan ketika motor dikemudikan dengan kecepatan diatas rata-rata dan salip kanan dan salip kiri.

  Tipe-Tipe Kecemasan :

Kecemasan sangat umum terjadi dan mencapai 13% dari jumlah penduduk dewasa. Kecemasan  juga dapat menyerang siapa saja baik di usia anak-anak, masa remaja dan juga dewasa.

Kecemasan terbagi menjadi 5 (lima) jenis/tipe yaitu sebagai berikut:

  • Panic Disorder :

Orang-orang dengan gangguan kepanikan ini biasanya sering merasa diteror secara tiba-tiba dan terjadi berulang kali. Mereka sering kali mudah berkeringat, merasakan sakit di dada, palpitasi (detak jantung tidak teratur), dan perasaan tersedak, yang dapat membuat seseorang merasa seperti sedang mengalami serangan jantung.

  • Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) :

Orang-orang yang mengalami OCD ini biasanya memiliki gangguan pikiran yang konstan dan ketakutan-ketakutan tertentu akan sesuatu secara berlebihan sehingga mendorongnya untuk melakukan ritual atau rutinitas tertentu. Misalnya orang yang takut pada kuman secara berlebihan sering kali berpikiran bahwa ada banyak kuman di sekelilingnya, sehingga setiap kali ia menyentuh sesuatu, ia haru segera mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan. Akibatnya orang yang mengalami OCD berperilaku terlalu pembersih sehingga kotoran atau ketidak rapian sedikit, sangat menggangu pikirannya.

General Anxiety Disorder (GAD)

Gangguan ini melibatkan rasa khawatir yang berlebihan, sering kali tidak realistis, meski tidak ada hal-hal yang memprovokasi ketakutan tersebut (ketakutan tanpa alasan yang jelas). Orang-orang demikian sering kali mengalami halusinasi.

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Orang dengan gangguan PTSD ini biasanya pernah mengalami trauma atau peristiwa yang sangat mengerikan seperti pelecehan seksual atau fisik, kematian tak terduga orang yang dicintai, kecelakaan atau bencana alam. Orang dengan PTSD sering memiliki pikiran dan kenangan yang abadi dan cenderung menakutkan terhadap kejadian tersebut. Biasanya, mereka cenderung mati rasa secara emosional.

Sumber : https://pendidikan.co.id/