PENGERTIAN DAN PENGANGKATAN HAKAMAIN

PENGERTIAN DAN PENGANGKATAN HAKAMAIN

PENGERTIAN DAN PENGANGKATAN HAKAMAIN

PENGERTIAN DAN PENGANGKATAN HAKAMAIN

Hakamain merupakan bentuk tatsniyah dari kata “hakam” yang artinya juru damai.Jadi, hakamain adalah juru damai yang dikirim oleh kedua belah pihak suami dan istri apabila terjadi perselisihan antara keduanya, tanpa diketahui keadaan siapa yang benar dan siapa yang salah[11].

Menurut Wahbah al-Zuhaili, suatu rumah tangga dikatakan syiqaq sehinggamembutuhkan adanya pengangkatan hakamain, secara teori melewati beberapa fase, antara lain: 1)mu’asyarah bi al-ma’ruf, adanya itikad baik dan upaya sungguh-sungguh kedua belah pihak menciptakan hubungan yang baik, 2) al-shabr, yaitu kesabaran dan upaya bertahan menghadapi ujian yangtimbul sebagai akibat perkawinan termasuk sikap pasangan yang nusyuz, 3) tahammul al-adza, adalah situasi seorang suami dengan pantang menyerah menanggung beban fisik dan mental dalam melaksanakan kewajibannya, 4) alwa’zhu, upaya suami memberikan nasihat kepada isterinya dengan hikmah dan kebijaksanaa, 5) al-hajr, upaya (nasihat) suami dengan cara membatasi komunikasi terhadap isteri, 6) al-dharb al-yasir, upaya tegas suami terhadap isteri yang pula berupa sikap fisik yang wajar, 7) irsal al-hakamain, upaya mediasi antar keluarga kedua belah pihak dengan pengangkatan hakamain[12].

Dalam mengatasi kemelut rumah tangga (syiqaq), Islam memerintahkan agar dilakukan arbitrase (tahkim).Suami boleh mengutus seorang hakam dan istri boleh pula mengutus seorang hakam, yang mewakili masing – masing. Namun sebaik- baiknya terdiri dari kaum keluarganya, yang mengetahui dengan baik perihal suami istri itu, jika tidak ada boleh diambil dari orang lain. Pengutusan hakim ini bermaksud untuk menelusuri sebab- sebab terjadinya syiqaq dan berusaha mencari jalan keluar guna memberikan penyelesaian terhadap kemelut rumah tangga yang dihadapi oleh kedua suami istri tersebut.

sumber
https://wisatalembang.co.id/seva-mobil-bekas/

Anda mungkin juga suka...