Pengertian Karakter Pendidikan Islam

 Pengertian Karakter Pendidikan Islam

Karakter berasal dari kata “characteristic” yang berarti sifat yang khas. Atau bisa diambil pengertian bahwa karakter adalah suatu sifat khas yang membedakan dengan yang lain.

Sedangkan Pendidikan islam menurut M. Yusuf Al-Qardhawi adalah pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan ketrampilannya. Karena itu, pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaan damai maupun perang, dan menyiapkan untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya.

Hasan Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai suatu “proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat”.

Dari definisi diatas, pendidikan Islam adalah suatu proses bimbingan jasmani,  rohani yang berdasarkan pada ajaran-ajaran Islam dan memindahkan pengetahuan serta nilai-nilai islam untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.

Jadi Karakeristik Pendidikan Islam adalah sifat yang khas dan berbeda dari yang lain tentang proses bimbingan jasmani,  rohani yang berdasarkan pada ajaran-ajaran Islam dan memindahkan pengetahuan serta nilai-nilai islam untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.

B.     Karakter Pendidikan Islam Menurut Al-Ghozali

1.      Perilaku

Menurut Al-Ghazali sebuah perilaku terjadi karena peran dari Junud al-Qalb atau tentara hati. Dalam diri manusia terdapat dua kelompok Junud al-Qalb, yaitu yang bersifat fisik berupa anggota tubuh yang berperan sebagia alat dan yang bersifat psikis. Yang bersifat psikis mewujud dalam dua hal yaitu syhawat dan ghadlab yang berfungsi sebagai pendorong (iradah). Syahwat mendorong untuk melakukan sesuatu (motif mendekat) dan ghadlab mendorong untuk menghindar dari sesuatu (motif menjauh). Adapun tujuan dari perilaku tersebut adalah untuk sampai kepada Allah. Tetapi dalam praktiknya perilaku ini terbagi ke dalam hirariki motivasi Ammarah (hedonistik), motivasi Lawwamah (skeptik), dan motivasi Muthmainnah (spiritualistic).

Untuk itu Al-Ghozali menekankan bahwa pendidikan Islam harus diterapkan, ditaati dan diamalkan sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Zalzalah 7-8 :

Sumber :

https://tribunbatam.co.id/samsung-kembangkan-headset-windows-mixed-reality/

Anda mungkin juga suka...