Perjalanan Mobil Esemka

Perjalanan Mobil Esemka

Perjalanan Mobil Esemka

Perjalanan Mobil Esemka
Perjalanan Mobil Esemka

Pada uji emisi di Kabupaten Sukoharjo itu diketahui konsumsi bahan bakar minyak mobil Esemka untuk menempuh jarak 1 km cukup membutuhkan 1 liter bensin. “Kabar ini sungguh menggembirakan untuk ukuran mobil sport, Esemka sudah sangat irit,” ungkapnya senang.


        Meski begitu orang nomor dua di lingkungan Pemkot Surakarta tidak mau jumawa. Ia meminta pihak terkiat mempersiapkan sebaik-baiknya mobil Esemka sebelum meluncur ke BTMP untuk uji emisi lagi. Direktur PT SMK Sulistyo Rabono mengatakan saat ini pihaknya telah memulai tahap pembenahan bodi Esemka. Terkait masalah mesin, tidak ada persoalan.


        “Waktu dites kemarin juga sudah oke. Saat ini kami sudah mulai jalan untuk pengerjaan bodi. Pengerjaannya kami lakukan di Kawasan Industri Delta Silicon 3 Cikarang,” ujarnya.


        Dia juga mengatakan untuk masalah ECU dan kasalisator memang akan dilakukan penyesuaian. Ditanya mengenai target menuju BTMP, Sulistyo mengatakan bahwa secepatnya pihaknya akan mengusahakan. Namun dirinya yakin jika akhir April 2012 ini mobil Esemka sudah dalam kondisi siap untuk dibawa ke BTMP.


        Kemudian perkembangan mobil Esemka ini pun menarik perhatian banyak pihak. Kali ini seorang warga Jerman yang tinggal di Gemblegan, Solo, Georg Kircher, mendatangi Griya Solopos dan menyatakan dukungannya terhadap upaya pengembangan mobil hasil garapan para siswa SMK tersebut.


        Menurut alumnus Universitas Koln ini, maraknya anggapan dan pendapat miring mengenai ketidak lulusan mobil rakitan siswa SMK dalam uji emisi di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) membuatnya risau. Pasalnya, di negara-negara maju seperti Jerman produksi mesin rakitan mobil dengan merk terkenal pun melibatkan banyak pihak. “Mercedes Benz, Porsche, Audi tidak ada yang memproduksi seluruh komponennya sendiri. Kalau semua diproduksi sendiri biayanya terlalu mahal,” jelasnya lulusan bidang elektrik mekanik yang cukup lancar berbahasa Indonesia ini.


        Menurutnya, ide positif produksi mobil nasional di Solo ini harus didukung sepenuhnya oleh semua elemen mayarakat. Mengenai tidak lolosnya mobil Esemka dalam uji emisi di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) beberapa waktu lalu, merupakan hal yang lumrah. Mobil-mobil sekelas Mercedes pun pernah mengalaminya.

        SOLO, suaramerdeka.com – Uji emisi mobil Esemka Rajawali rakitan para pelajar SMK di Solo yang akan digelar di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong, Tangerang ditunda dari jadwal yang direncanakan, yakni Selasa (22/5). Penundaan diakibatkan belum keluarnya hasil terakhir uji emisi mandiri di Bengkel Tiga Dara, Grogol, Sukoharjo.

        Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, rencananya mobil Esemka akan berangkat menjalani uji emisi pada 22 Mei 2012, tetapi karena masih menunggu hasil uji emisi mandiri yang dilakukan tersebut.

        “Rencananya memang Esemka Rajawali mau diuji mandiri lagi, hari Senin ini atau Selasa. Pokoknya yang di sini diselesaikan dulu. Setelah itu Rabu, saya berangkat ke Jakarta dulu untuk memastikan jadwal di BTMP. Jadi biar sampai sana ada jadwal yang pasti, karena kemarin `kan belum pasti jadwalnya,” kata Rudy di Solo, Senin (21/5).

        “Paling cepat kami berangkat ke BTMP tanggal 28 atau 30 Mei 2012, ini harus menyesuaikan jadwal di sana. Kalau soal yakin, ya kami yakin 100 persen pasti kali ini lolos. Namanya untuk mendukung produksi dalam negeri ya harus yakin,” katanya.

Baca Juga :

Anda mungkin juga suka...