Perkembangan Fisik

Perkembangan Fisik

Perkembangan Fisik

Perkembangan Fisik

Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang. Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka, otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.

  1. Perkembangan Motorik

Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord. Perkembangan motorik  meliputi dua tahapan yaitu motorik kasar dan motorik halus.

•  Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian

    besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri.

    Contohnya  kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya.
•  Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau

     sebagian  anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan

     berlatih. Misalnya,kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret,

     menyusun balok, menggunting,menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut

     sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.

Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak, Teori yang menjelaskan secara detail tentang sistematika motorik anak adalah Dynamic System Theory yang dikembangkan Thelen & whiteneyerr. Teori tersebut mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya.

Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi di motivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak factor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung pemerolehan kemampuan motorik. Misalnya, anak akan mulai berjalan jika system syarafnya sudah matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.

sumber :

Shadow Fighter Legend 1.1.0 Apk + Mod (Unlimited Money)

Anda mungkin juga suka...