PERKEMBANGAN HADITS PADA ABAD V H SAMPAI DENGAN SEKARANG

PERKEMBANGAN HADITS PADA ABAD V H SAMPAI DENGAN SEKARANG

PERKEMBANGAN HADITS PADA ABAD V H SAMPAI DENGAN SEKARANG

PERKEMBANGAN HADITS PADA ABAD V H SAMPAI DENGAN SEKARANG
PERKEMBANGAN HADITS PADA ABAD V H SAMPAI DENGAN SEKARANG

Abad ke- 5

Sedangkan untuk abad ke-5 Hijriyah, para ulama ahli Hadis sudah ke dalam satu kitab Hadis dan juga melakukan pensyarahan (menguraikan Pemrakarsa pengkondifikasian hadis secara resmi dari pemerintah).
Kegiatan periwayatan Hadits pada periode ini banyak dilakukan dengan cara ijazah (Lisensi / sertifikat dari guru untuk murid untuk mendapat izin meriwayatkan hadits) dan muktabah (pemberian catatan hadits dari gurunya),

Karya-Karya

Secara umum para Ulama merujuk kepada karya yang telah ada seperti :
• Kitab Jami’ kutub as – sittah yaitu kitab hadits yang mengumpulkan hadits-hadits Nabi SAW yang telah tertuang dalam gabungan beberapa kitab hadits seperti Shahîh al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan at-Turmudzi, Sunan Abi Dawud, Sunan-Nasa’i, dsb.
• Kitab Istikhraj, yaitu kumpulan kitab hadits dari shahih Bukhory Muslim, contoh : Mustakhraj shahih bukhari oleh Jurjani, dan Mustakhraj Sahih Muslim oleh Abu Awanah
• Kitab Athraf, yaitu kitab yang hanya menyebut sebagian hadits kemudian mengumpulkan seluruh sanadnya, baik sanad kitab maupun sanad dari beberapa kitab.
• Kitab-kitab Zawaid, yaitu mengumpulkan hadits-hadits yang tidak terdapat dalam kitab-kitab yang sebelumnya kedalam sebuah kitab yang tertentu.
• Kitab Istidrak, yaitu mengumpulkan hadits-hadits yang memiliki syarat-syarat Bukhary dan Muslim atau syarat salah seorangnya yang kebetulan tidak diriwayatkan atau di sahihkan oleh keduanya.Contoh : Al-Mustadrak ‘ala-Shahihaini oleh Imam Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah al-Hakim an-Naisaburi ( 321 – 405 H ).

Pada peiode ini dimulai bersamaan dengan jatuhnya Dinasti Abbasiyah ke kuasaan kerajaan Tartar pada tahun 656H,daniambil alihnya Daulah Ayyubiyah di Mesir oleh Dinasti Mamalik,tepatnya pada akhir abad ke-VII sampai abad modern.

Abad VII H

Gerakan pelembagaan Hadits di Mesir pada awal abad ke-VII H adalah masih berada pada kendali ulama-ulama besar di masanya.Bahkan para Sultan dari Daulah Mamalik yang berkuasa di Mesir memberiakan andil yang besar terutama pada ulam Hadits.Diantara tokoh yang ulama yang hidup pada masa itu adalh Al-Haytami Ali bin Abu Bakar bin Sulaiman,keaktifannya dalam masa itu,dengan disusunnya kitab seperti:Ghayah al-maqashid fi zawa’id Ahmad,Al-Bahr al-zakhkhar fi zawa’id al Bazzar.

Ulama-Ulama hadits

Pada masa yang sama muncullah ulama-ulama Hadits yang baru,diantaranya:
1) Al-Iraqi Abu Al-Fadil Zaynuddin bin Husayn, menghasilkan karya yang populer hingga sekarang adalah Taqrib Al-Asanid wa Tartib Al-Masaniddan Al-Taqyid wa Al-Idah yaitu kitab teoritik tentang kajian pokok-pokok otentisitas dan klasifikasi sunnah`
2) Ibn Hajar Al-Asqalani,telah menyelesaikan beberapa karya seperti kitab Sharhatas hadits-hadits yang tersusun dalam kitab Shahih Bukhori dengan judul Fath Al-Bari.
Selanjutnya pada masa sesudah mereka lahirlah salah seorang ulama yang profesi dan popularitasnya sama dengan mereka, yaitu:
1) Al-Suyuti Jalaluddin Abdul Rahman bin Kalaluddin,telah menghasilkan kitab yang disusun hamper semua hadits Nabi SAW kedalam satu karya besar dengan judul Al-Jami’ Al-Saghir yang memuat 10.010 hadits.
2) Yusuf Al-Nabhani menyususun kembali dengan model al-Suyuti dengan disisipkan beberapa penambahan, dengan judul Al-Fath Al-Kabir fi Dammaz Ziyadah ila Al-Jami’Al-Shaghir.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/