Perkembangan Peradaban pada Masa Daulah Fatimiyah

Perkembangan Peradaban pada Masa Daulah Fatimiyah

Perkembangan Peradaban pada Masa Daulah Fatimiyah

Perkembangan Peradaban pada Masa Daulah Fatimiyah
Perkembangan Peradaban pada Masa Daulah Fatimiyah

Sejak awal berdirinya Daulah Fatimiyah, para pemukanya telah mempunyai perencanaan untuk mencapai kejayaan. Kecemerlangan itu dicapai pada masa al- Aziz Khalifah Fatimiyah ke-5. Bila diamati dari perjalanan sejarahnya, khalifah-khalifah Fatimiyyah mempunyai beberapa keistimewaan di berbagai bidang, antara lain:

1. Bidang administrasi

Periode Daulah Fatimiyah menandai era baru sejarah bangsa Mesir. Sebagian khalifah dinasti ini adalah pejuang dan penguasa besar yang berhasil menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran di Mesir. Administrasi kepemerintahan Daulah Fatimiyah secara garis besar tidak berbeda dengan administrasi Daulah Abbasiyah, sekalipun pada masa ini muncul beberapa jabatan yang berbeda. Khalifah menjabat sebagai kepala negara baik dalam urusan keduniaan maupun spiritual. Khalifah berwenang mengangkat dan sekaligus menghentikan jabatan-jabatan dibawahnya.
Kementrian negara (wazir) terbagi menjadi dua kelompok: pertama adalah para ahli pedang dan kedua adalah para ahli pena. Kelompok pertama menduduki urusan militer dan keamanan serta pengawal pribadi sang khalifah. Sedang kelompok kedua menduduki beberapa jabatan kementrian, yaitu:

a. Hakim
b. Pejabat pendidikan sekaligus sebagai pengelola lembaga ilmu pengetahuan atau Dar al-Hikmah
c. Inspektur pasar yang bertugas menertibkan pasar dan jalan
d. Pejabat keuangan yang menangani segala urusan keuangan Negara
e. Regu pembantu istana
f. Petugas pembaca al-Qur’an
g. Ahli pena, terdiri atas kelompok pegawai negeri, yaitu petugas penjaga dan juru tulis

Baca Juga: Doa sebelum belajar

2. Kondisi sosial

Mayoritas khalifah Fatimiyah bersikap moderat dan penuh perhatian kepada urusan agama nonmuslim. Selama masa ini pemeluk Kristen Mesir diperlakukan secara bijaksana, hanya khalifah al-Hakim yang bersikap agak keras terhadap mereka. Orang-orang Kristen Kopti dan Armenia tidak pernah merasakan kemurahan dan keramahan melebihi sikap pemerintah muslim. Pada masa al-Aziz bahkan mereka lebih diuntungkan daripada umat Islam di mana mereka ditunjuk menduduki jabatan-jabatan tinggi di istana. Demikian pula pada masa al-Mustansir dan seterusnya, mereka hidup penuh kedamaian dan kemakmuran. Sebagian besar jabatan keuangan dipegang oleh orang-orang Kopti. Pada khalifah generasi akhir, gereja-gereja Kristen banyak yang dipugar, pemeluk Kristen pula semakin banyak yang diangkat sebagai pegawai pemerintah. Demikianlah semua ini menunjukkan kebijaksanaan penguasa Fatimiyah terhadap umat Kristiani.

Nasir al-Khusraw, salah seorang pengembara Ismailiyah berkebangsaan Persia, yang mengunjungi Mesir antara tahun 1046-1049 M, meninggalkan catatan tentang kehidupan kota Kairo, yaitu ibu kota Daulah Fatimiyah. Pada saat itu ia mendapatkan kota Kairo sebagai kota makmur dan aman. Menurutnya, toko-toko perhiasan dan pusat-pusat penukaran uang ditinggalkannya oleh pemiliknya begitu saja tanpa kunci, rakyat menaruh kepercayaan penuh terhadap pemerintah, jalan-jalan raya diterangi beragam lampu. Penjual toko menjual barang dengan harga jual yang telah diputuskan dan jika seseorang terbukti melanggar ketentuan harga jual akan dihukum dengan diarak di atas unta sepanjang jalan dengan diiringi bunyi-bunyian.

Daulah Fatimiyah berhasil dalam mendirikan sebuah Negara yang sangat luas dan peradaban yang berlainan semacam di dunia Timur. Hal ini sangat menarik perhatian karena sistem administrasinya yang sangat baik sekali, aktifitas artistik, luasnya toleransi, kejujuran pengadilan, dan terutama perlindungannya terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Anda mungkin juga suka...