Perkembangan Sosial

 Perkembangan Sosial

Melalui pergaulan atau hubungan sosial, baik dengan orang tua, anggota keluarga, orang dewasa lainnya maupun teman bermainnyaanak mulai mengembangkan bentuk-bentuk tingkah laku sosial.

Menurut Hurlock (1980 : 81) perilaku sosial anak-anak pra sekolah dapat dikategorikan menjadi dua pola yaitu pola perilaku sosial dan tidak sosial:

  1. a)Pola Sosial
  2. Meniru

Agar sama dengan kelompok, anak meniru sikap dan perilaku orang yang sangat ia kagumi.

  1. Persaingan

Keinginan untuk mengungguli dan mengalahkan orang-orang lain.

  1. Kerjasama

Pada akhir tahun ketiga bermain kooperatif dan kegiatan kelompok mulai berkembang dan meningkat dengan baik dalam frekwensi maupun lamanya berlangsung, bersamaan dengan meningkatnya kesempatan untuk bermain dengan anak lain.

  1. Simpati

Karena simpati menumbuhkan pengertian tentang perasaan-perasaan dan emosi orang lain.

  1. Empati

Seperti halnya simpati, empati menumbuhkan pengertian tentang perasaan dan emosi orang lain tetapi di samping itu juga membutuhkan kemampuan untuk membayangkan diri sendiri di tempat orang lain.

  1. b) Pola Tidak Sosial
  2. Negativisme

Negativisme atau melawan otoritas orang dewasa.

  1. Agresif

Perilaku agresif meningkat antara usia dua atau empat tahun.

  1. Perilaku Berkuasa

      Perilaku Berkuasa atau merajai mulai usia sekitar tiga tahun.

  1.  Memikirkan Diri Sendiri

Karena cakrawala sosial anak terutama terbatas di rumah, anak-anak seringkali memikirkan diri sendiri, dengan meluasnya cakrawala lambat laun perilaku memikirkan diri sendiri berkurang tetapi perilaku murah hati masih sangat sedikit.

  1. Mementingkan Diri Sendiri

Seperti halnya perilaku memikirkan diri sendiri lambat laun diganti oleh minat dan perhatian kepada orang-orang lain, cepatnya perubahan ini bergantung pada banyaknya kontak orang-orang di luar rumah dan berapa besar keinginan mereka untuk diterima teman-temannya.

Perkembangan Kepribadian

Pola kepribadian yang dasarnya telah diletakkan pada masa bayi, mulai berbentuk dalam masa awal kanak – kanak. GLASNER mengatakan : bahwa konsep diri anak “ terbentuk di dalam rahim hubungan keluarga ”. Dengan berjalannya periode awal masa kanak-kanak, maka anak semakin banyak berhubungan dengan teman-teman sebayanya, baik di lingkungan tetangga, sekolah maupun di pusat perawatan anak. Sikap awal teman-teman, anggota keluarga sangat berperan penting. Karena sekali dasar untuk konsep diri telah diletakkan maka agak sulit untuk diubah.

Kondisi – kondisi yang membentuk konsep diri pada awal masa kanak – kanak :

  1. Cara pelatihan anak.
  2. Cita – cita orang tua.
  3. Posisi urutan.
  4. Kelompok minoritas.
  5. Ketidaknyamanan lingkungan.

sumber :

Anda mungkin juga suka...