Perluasan Ganjil Genap, Transportasi Online Bakal Ditandai Khusus

Perluasan Ganjil Genap, Transportasi Online Bakal Ditandai Khusus

Perluasan Ganjil Genap, Transportasi Online Bakal Ditandai Khusus

Perluasan Ganjil Genap, Transportasi Online Bakal Ditandai Khusus
Perluasan Ganjil Genap, Transportasi Online Bakal Ditandai Khusus

Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperluas wilayah penerapan ganjil-genap

di Jakarta menuai berbagai reaksi. Salah satu yang menjadi bahasan adalah bagaimana dengan moda transportasi daring yang selama ini telah menjadi bagian keseharian masyarakat Jakarta Raya.

Terkait hal tersebut, Anies menyampaikan bahwa aplikasi taksi online akan diberi penanda khusus sehingga dapat memasuki kawasan ganjil-genap. Saat ini dijelaskannya hanya angkutan umum dengan plat kuning yang dikecualikan dari aturan ganjil genap. Karena itu, Anies menyebut perlu penanda untuk kendaraan dengan plat hitam yang juga difungsikan sebagai angkutan umum.

“Yang platnya hitam, belum ada tandanya. Sekarang sedang disiapkan

ada tandanya sehingga nanti kendaraan yang memang bekerja memberikan jasa transportasi bisa dikecualikan juga,” kata Anies (9/8).

Usul Anies itu diamini oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ia meminta agar taksi online bisa beroperasi di kawasan terbatas itu seperti halnya taksi pada umumnya. Taksi merupakan transportasi umum yang dikecualikan dari aturan ganjil genap.

“Kalau taksi biasa boleh, mestinya mereka boleh juga, itu yang saya sampaikan equality,

” katanya di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta (11/8).

Pengamat ekonomi Center for International and Strategic Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan bahwa pengaturan lalu lintas di Jakarta Raya harus memperhatikan dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha. Jangan sampai pengaturan itu memperlambat mobilitas masyarakat yang akhirnya memperlambat roda perekonomian.

 

Baca Juga :

Anda mungkin juga suka...