permasalahan Kelistrikan Indonesia

permasalahan Kelistrikan Indonesia

Permasalahan Kelistrikan Indonesia

permasalahan Kelistrikan Indonesia
permasalahan Kelistrikan Indonesia

 

Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan tarif listrik per 1 juli 2014

hingga November 2014. Di satu sisi, dirut PLN, Nur Pamudji, mengatakan bahwa kenaikan tarif listrik dapat mengurangi subsidi listrik negara dan memperbaiki struktur pendapatan PLN. PLN berjanji akan mempercepat proses pembangunan infrastruktur kelistrikan dan infrastruktur pendukung lainnya khususnya di daerah yang selama ini belum menikmati listrik. Tabel 1 menunjukkan daftar kondisi pendapatan ekonomi, % rasio elektrifikasi, dan jumlah penduduk tanpa listrik masing-masing daerah di Indonesia. Dari tabel tersebut, menurut hemat saya, PLN sebaiknya lebih memfokuskan untuk membangun infrastruktur kelistrikan di daerah dengan rasio elektrifikasi dan pendapatan daerah yang rendah.

 

Tarif listrik Indonesia saat ini sudah termasuk yang mahal apabila dibadingkan

dengan negara ASEAN lainnya (gambar 1). Jadi PLN seharusnya lebih serius mengatur strategi dalam membangun infrastruktur kelistrikan, dimana jangan sampai ada lagi pembangkit listrik dan infrastruktur lainnya yang sudah dibangun dengan dana yang besar namun tidak bisa beroperasi sesuai dengan jadwal operasinya dengan berbagai alasan apapun seperti yang sering terjadi saat ini. Harus ada jaminan kualitas agar kedepannya kerugian PLN tidak bertambah besar.

Artikel berikut saya coba paparkan masalah-masalah yang dihadapi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakatnya selain membangun pembangkit-pembangkit listrik kapasitas besar sesegera mungkin. Semoga bisa menjadi referensi.

 

Sumber lainnya dari ESDM (detik.com) ntuk rumah tangga tarif listrik di negara-negara ASEAN per Mei 2014 antara lain:

  1. Vietnam : Rp 1.120/kWh, untuk bisnis besar Rp 1.305/kWh, untuk industri besar Rp 777/kWh
  2. Filipina: Rp 2.653/kWh, untuk bisnis besar Rp 1.607/kWh, untuk industri besar Rp 1.551/kWh
  3. Singapura: Rp 2.602/kWh, untuk bisnis besar Rp 1.843/kWh, untuk industri besar Rp 1.689/kWh
  4. Thailand: Rp 1.351/kWh, untuk bisnis besar Rp 1.114/kWh, untuk industri besar Rp 1.270/kWh
  5. Malaysia: Rp 1.374/kWh, untuk bisnis besar Rp 1.320/kWh, untuk industri besar Rp 1.066/kWh
  6. Indonesia: Rp 1.004/kWh, untuk bisnis besar Rp 1.166/kWh, untuk industri besar Rp 819/kWh

 

1. % Rasio Eletrifikasi yang masih rendah

GDP Indonesia termasuk yang 5 besar di ASEAN, seharusnya rasio elektrifikasi kita ada di angka 90% ke atas. Tabel 2 menunjukan data GDP vs rasio elektrifikasi negara-negara ASEAN. Hal ini lah PR besar untuk perkembangan kelistrikan Indonesia di masa depan.

 

 

 

2. Jaringan Interkoneksi antar pulau di Indonesia (ASEAN grid)

Terhubungnya pulau-pulau di Indonesia dengan jaringan listrik interkoneksi merupakan syarat mutlak Indonesia untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam (hasil tambang energi primer dan energi alternatif) masing-masing daerah dan menghubungkan seluruh konsumen listrik yang ada di Indonesia sehingga mendapatkan sistem kelistrikan yang handal dan murah. Kekurangan energi listrik di suatu daerah dapat dipenuhi dengan kelebihan listrik di daerah lainnya. Hasil tambang batubara dan gas alam di suatu daerah bisa langsung dimanfaatkan untuk diubah ke energi listrik dengan membangun pembangkit listrik di mulut tambang sehingga biaya pokok produksi listrik dapat ditekan secara signifikan dan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan kualitas energi di dalam negeri. (Mengurangi ekspor/impor dan meningkatkan nilai dari hasil tambang energi primer, mengurangi biaya transportasi pengiriman hasil tambang = energi murah)

Sayangnya kondisi geografis Indonesia yang unik yang berupa negara kepulauan (beribu pulau) tidak mudah untuk disatukan dengan grid skala besar. Saat ini hanya Pulau Jawa – Madura – Bali saja yang jaringan listriknya terhubung. Tidak ada satu negarapun yang dapat dijadikan contoh untuk membangun sistem jaringan interkoneksi di Indonesia karena Indonesia adalah satu-satunya negara kepulauan terbesar di dunia.

 

Sumber : https://nashatakram.net/pengertian-pidato/