Populasi Pada Simbiosis Parasitisme

Populasi Pada Simbiosis Parasitisme

Populasi Pada Simbiosis Parasitisme

Populasi Pada Simbiosis Parasitisme
Populasi Pada Simbiosis Parasitisme

Simbiosis adalah bentuk interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion. Simbiosis parasitisme, yaitu: interaksi dua individu/ populasi di mana salah satu individu untung, sedang simbion pasangannya rugi contohnya:

1) Padi dan tikus,

Dimana tikus dapat menyerang tanaman padi pada ber-bagai fase pertanaman padi fase vegetatif tikus akan memutuskan batang- batang padi sehingga tampak berserakan. Tikus akan menggigit lebih dari jumlah yang di butuhkan untuk di makan. Kerusakan akibat serangan tikus bersifat khas, yaitu di tengah-tengah petakan sawah tampak gundul, sedangkan bagian tepi biasanya tidak diserang.Tikus juga menyerang bendengan persemaian dengan memakan benih- benih yang disebar, atau mencabut tanaman –tanaman yang baru tumbuh.

2) Fase generatif,

Tikus- tikus akan me-makan malai yang terbentuk dan bulir-bulir padi yangmulai meng-uning, sehingga dapat menyebabkan kehilangan hasil secara langsung. Ke-rusakan tidak akan terlihat dari jarak yang agak jauh sampai per-sentase serangan mencapai 15%. Serangan tikus lebih berat pada musim hujan dari pada musim kemarau

3) Burung dengan padi,

Burung- burung hama padi memakan langsung bulir padi yang sedang menguning sehingga menyebabkan terjadinya kehilangan hasil secara langsung. Diantara burung- burung ini , bondol hitam dan bondol uban memegang peranan yang lebih penting. Kedua burung ini dapat menyebabkan patahnya malai karena mereka sering hinggap secara bersama- sama padi.

4) Keong,

Hewan ini dapat menyerang tanaman padi muda, baik di per-semaian maupun bibit yang baru di pindahkan ke sawah. Dengan ke-padatan populasi sekitar 10- 15 ekor per meter persegi , keong mas mampu menghabiskan padi muda dalam waktu 3 hari jika air sawah dalam keadaan tergenang dan me-nimbulkan kerusakan yang cukup berat bagi daerah persawahan (Ismon, 2006). Para petani juga kerap kehilangan bibit yang ditanam dan harus menyulamnya kembali. Keong mas sangat mengganggu lahan per-tanian sehingga disebut hama unggul, karena memakan segala tanaman ter-utama tanaman padi muda dan bibit.

5) Serangga,

Pada serangga- serangga hama yang mengalami metamorphosis sederhana, umumnya nimfa dan imago mempunyai habitat yang sama. Mereka sama-sama aktif makan dan sama- sama merusak tanaman atau dengan kata lain limfa dan imago semuannya menjadi hama.Akan te-tapi, tidak demikian halnya bagi serangga hama yang mengalami metamorphosis sederhana.

6) Dekomposer (pengurai)

Merupakan organisme yang mengurai sisa-sisa organisme untuk memperoleh makanan atau memperoleh makanan atau bahan organik yang di perlukan. Penguraian memungkinkan zat- zat organik yang komplek terurai menjadi zat-zat yang lebih sederhana. Kemudian dapat di manfaatkan kembali oleh produsen. Organisme yang termasuk dekomposer adalah bakteri dan jamur (Aryulina, 2007). (https://dosen.co.id/)

7) Detrivitor

Adalah organisme yang memakan pertikel- partikel organik atau detritus. Detritus merupakan pancuran jaringan hewan atau tumbuhan. Organisme detrivitor antara lain cacing tanah, siput, keluwing, bintang laut, dan kutu kayu (Aryulina, 2007).