Prodi Agroekoteknologi Universitas Brawijaya Jadi Favorit SBMPTN

Prodi Agroekoteknologi Universitas Brawijaya Jadi Favorit SBMPTN

Prodi Agroekoteknologi Universitas Brawijaya Jadi Favorit SBMPTN

Prodi Agroekoteknologi Universitas Brawijaya Jadi Favorit SBMPTN
Prodi Agroekoteknologi Universitas Brawijaya Jadi Favorit SBMPTN

Program studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) masih menjadi favorit peserta SNMPTN dan SBMPTN 2019. Hal ini terbukti selama empat tahun berturut-turut prodi Agroekoteknologi menempati posisi pertama yang paling diminati untuk bidang saintek.

Kaprodi Agroekoteknologi Dr.agr. Nunun Barunawati, SP.MP mengatakan bahwa meningkatnya animo masyarakat terhadap Prodi Agroekoteknologi dipengaruhi oleh terjadinya pergeseran mindset ilmu pertanian dulu dan sekarang.

“Terjadi pergeseran pola pikir ilmu pertanian dulu dan sekarang. Jika dulu ilmu pertanian lebih berkesan dengan berlumpur atau blethok. Kurikulum ilmu pertanian sejak 2008 sudah diperbaiki menjadi lebih inovatif, menggunakan IPTEK, global dan lebih update menyesuaikan dengan tantangan milenial baik secara lokal, regional, maupun internasional,” katanya, Jumat, (12/7/2019).
Baca Juga:

Menteri Kelautan dan Perikanan Mendatang Harus Mampu Tingkatan Ekspor
Tim Heavynano UB, Terima Penghargaan Game of The Year di COMPFEST 11
Mahasiswa UB Ubah Limbah Air Rumah Potong Hewan Jadi Energi Listrik

Menurutnya ini menajadi bekal untuk menjawab tantangan permasalahan sektor pertanian

menghadapi Era Global dan Era industri 4.0 dimana PS Agroekoteknologi harus lebih menyiapkan lulusan yang handal dan berdaya saing.

Faktor yang kedua, dikatakan oleh Nunun Barunawati bahwa terkait erat dengan Tingkat kepuasaan stakeholder. Stakeholder disini tidak hanya perusahaan yang menjadi mitra FP-UB namun juga para orang tua mahasiswa.

“Pastilah ketika orang tua memasukkan anaknya ke suatu Perguruan Tinggi akan melihat prospek lapangan pekerjaan dari prodi yang mereka pilih. PS Agroekoteknologi ini paradigma telah menjalankan standar mutu Gugus Jaminan Mutu (GJM),” ujarnya.

Sementara Ketua GJM Dr. Ir. Sudarto, MS dan tim mengawal implementasi kurikulum

yang berkembang agar tetap menjaga mutu lulusan termasuk pelaksanaan pembelajaran, metode dan sistem pembelajaran, serta memonitor indek kepuasan stakeholder yang bekerjasama dengan UB.

“Kita menjalin kerjasama dengan stakeholder agar mahasiswa punya gambaran bidang pekerjaannya melalui kegiatan magang kerja. Stakeholder yang bekerjasama dengan FP UB meliputi Perusahaan, Balai Penelitian, Instansi pemerintah maupun swasta baik di Dalam Negeri maupun di Luar Negeri. Dengan demikian calon lulusan siap menghadapi tantangan, menyelesaikan permasalahan terkini di sektor pertanian,” papar Sudarto.

“Perusahaan tempat mahasiswa kita magang banyak mendapat kepuasan.

Mereka berpendapat bahwa mahasiswa Agroekoteknologi UB lebih Tangguh dan Tahan Banting di lapangan. Selain itu tidak jarang dari Stakeholder yang meminta mahasiswa kita untuk direkrut langsung di perusahaan tersebut sebelum wisuda,” imbuh Sudarto.

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?blku

Anda mungkin juga suka...