Sistem Pengaturan Hukum Benda

Sistem Pengaturan Hukum Benda

Dari kajian berbagai literatur tentang hukum perdata, dapat dilihat bahwa sistem pengaturan hukum dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu: 1. Sistem tertutup (closed system) yaitu orang tidak dapat mengadakan hak-hak kebendaan baru, selain yang telah ditetapkan dalam UU,  2. Sistem terbuka (open system) yaitu bahwa orang dapat mengadakan perjanjian mengenai apapun juga, baik yang sudah ada aturannya di dalam KUH perdata, maupun yang tidak tercantum di dalam KUH perdata. Jenis perjanjian yang dikenal didalam KUH perdata seperti jual beli, sewa menyewa, tukar menukar, pinjam meminjam uang, perjanjian kerja, kongsi dan pemberian kuasa. Perjanjian jenis ini disebut perjanjian nominaat yang dikenal dan di atur di dalam KUH perdata. Perjanjian yang tidak diatur dalam KUH perdata seperti leasing, beli sewa, kontrak rahim, dll. Perjanjian jenis ini disebut perjanjian innominaat, yaitu perjanjian yang tidak diatur di dalam KUH perdata, tetapi dikenal didalam praktek.[2]

Hukum benda diatur dalam buku II KUH Perdata dan Undang-undang No. 5 tahun 1960 (undang-undang pokok Agraria /UUPA) kuhusus mengatur tentang tanah.

  1. Macam-macam Benda

Benda dalam arti sempit ialah setiap barang yang dapat diihat saja (berwujud), sedangkan dalam arti luas: disebut dalam Pasal 509 KUH. Perdata yaitu benda ialah tiap barang-barang dan hak-hak yamg dapat dikuasai dengan hak milik. Benda dapat dibedakan menjadi berbagai macam benda:

  1. Benda berwujud dan benda tidak berwujud

Benda berwujud (material) yaitu benda yang nyata dapat dilihat. Sedangkan Benda yang tidak berwujud (immaterial) yaitu berupa hak-hak, misalnya: hak piutang, hak cipta, hak pengarang dsb.

  1. benda bergerak dan benda tidak bergerak

Benda bergerak adalah benda yang menurut sifatnya dapat dipindahkan. Sedangkan Benda tidak bergerak adalah benda yang menurut sifatnya tidak dapat dipindah-pindahkan, seperti tanah dan segala bangunan yang berdiri melekat diatasnya.

  1. Benda habis dipakai dan benda tidak habis dipakai

Benda yang habis dalam pemakaian, bila mana karena dipakai menjadi habis, misalnya bahan makanan, bahan bakar dsb.
Sedangkan Benda yang tidak habis dalam pemakaian (on vervruik baar) benda yang wujudnya tidak akan habis meskipun telah dipakai seperti mesin-mesin, meja, dsb.

  1. Benda sudah ada dan benda akan ada

Benda yang ada sekarang (tegen woordige) yaitu benda yang ada pada saat ini. Benda yang akan datang (toekomstige) misalnya keuntungan yang akan diperoleh, panen, anak lembu yang akan lahir dsb.

  1. Benda dalam perdagangan dan benda luar perdagangan

Benda dalam perdagangan (in handel / incommercio) yaitu setiap benda yang dapat diperdagangakan. Benda luar perdagangan (buiten de handel / extra commercio) seperti kantor-kantor pemerintah, rumah sakit dsb.

  1. Benda dapat dibagi dan benda tidak dapat dibagi

benda yang dapat dibagi (deelbaar) yaitu benda yang dapat dibagi tanpa kehilangan sifat atau turun nilainya misalnya tanah. Benda yang tidak dapat dibagi (on deelbaar) oleh karena akibat pembagian itu sifat benda itu menjadi hilang dan merosot nilainya.

  1. Benda terdaftar dan benda tidak terdaftar

Benda terdaftar dibuktikan dengan bukti pendaftarannya, umumnya berupa sertifikat / dokumen atas nama si pemilik, seperti tanah, kendaraan bermotor, perusahaan, hak cipta, telpon, televisi dlsb. Benda tidak terdaftar sulit untuk mengetahui dengan pasti siapa pemilik yang sah atas benda itu, karena berlaku azas ‘siapa yang menguasai benda itu dianggap sebagai pemiliknya’. Contohnya, perhiasan, alat alat rumah tangga, hewan piaraan, pakaian dlsb.[3]

sumber ;

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/

Anda mungkin juga suka...