Siswa SLB Berprestasi

Siswa SLB Berprestasi

Siswa SLB Berprestasi

Siswa SLB Berprestasi
Siswa SLB Berprestasi

Siswa SLB memiliki potensi dan prestasi yang luar biasa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pelayanan Khusus (PKLK) pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dadang Rahman saat ditemui di acara ‘Extra Show Expo Siswa Tunarungu dan Tunanetra’, Minggu, 28 Oktober 2018. Bertempat di Car Free Day Dago, Jalan Ir. H. Djuanda nomor 151,   Kota Bandung.

Acara tersebut adalah salah satu cara SLB melakukan promosi dan sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya sebagai pembuktian bahwa siswa SLB memiliki potensi dan prestasi yang sama dengan siswa lainnya.

“Ini adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh SLB untuk melakukan promosi dan sosialisasi

kepada masyarakat secara langsung. Mudah-mudahan memiliki dampak sangat berarti dan meluas agar masyarakat tahu, kalau anak-anak berkebutuhan khusus punya karya dan potensi,” ujar Dadang.

Selain itu, Dadang berharap kegiatan ini dilaksanakan di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Sehingga masyarakat dapat memberikan apresiasi kepada siswa siswa berkebutuhan khusus. Para orang tua pun tidak perlu ragu lagi menyekolahkan anaknya di sekolah luar biasa.

“Mereka (siswa SLB) pasti bisa berprestasi. Kita dukung dengan perbaikan layanan pendidikan. Itu adalah masalah yang krusial saat ini. Dari sisi layanan pendidikan harus lebih baik,” ujar Dadang.

Dadang menjelaskan, saat ini baru terdapat 39 SLB Negeri dan 380 SLB Swasta di Jawa Barat.

Pemerintah akan memaksimalkan layanan pendidikan dari berbagai sisi, baik itu tenaga kependidikan yang berkualitas hingga sarana prasarana yang memadai.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLBN Cicendo, Heryanto Amuda, mengatakan, acara-acara seperti ini diharapkan dapat memberikan  wawasan, penyadaran kepada masyarakat luas sehingga keberadaan anak berkebutuhan khusus mendapat perlakuan yang sama seperti warga negara lainnya.

“Selain itu juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukan

bakat minat dan mengekspos hasil karya peserta didik, serta bersosialisasi, memberikan penyadaran kepada masyarakat mengenai dunia anak berkebutuhan khusus, tunanetra, tunarungu,” kata Heryanto.

Kegiatan ini berisi beranekaragam kesenian yang ditampilkan oleh para Siswa, antara lain karnaval, marching band, upacara adat serta penampilan gamelan, angklung, rampak gendang, vokal grup, band, tari, pantomim dan modelling.

 

Sumber :

https://miralaonline.net/segitiga-bermuda/