Subjek Penelitian

Subjek Penelitian

Subjek Penelitian

 

Subjek Penelitian

Pengertian Subjek Penelitian

Subjek penelitian merupakan orang atau benda yang dijadikan sasaran dalam kegiatan penelitian. Dengan demikian, subjek penelitian merupakan sumber data dalam sebuah proses penelitian. Dalam sebuah penelitian sosial, masyarakat yang akan dijadikan subjek penelitian harus ditentukan terlebih dahulu. Jika masyarakat yang akan dijadikan subjek penelitian terlalu besar jumlahnya dan/atau terlalu luas wilayahnya, maka perlu ditentukan populasinya terlebih dahulu. Setelah populasi ditentukan, langkah selanjutnya adalah memilih sampel.

1. Populasi

Populasi merupakan jumlah keseluruhan unit yang akan dianalisis, yakni objek yang diteliti. Idealnya penelitian dilakukan untuk seluruh anggota populasi. Namun demikian, karena populasi penelitian yang terlalu besar atau terlalu luas dan tidak mungkin diteliti seluruhnya mengingat waktu, tenaga, dan biaya yang terlalu besar, maka penelitian hanya dapat dilakukan terhadap sampelnya saja. Lalu, apakah yang dimaksud dengan sampel itu?

 

2. Sampel

sampel merupakan suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan sekaligus dianggap dapat menggambarkan populasinya. Teks Eksposisi Dengan demikian penelitian yang dilakukan terhadap sampel hanyalah sebuah pendekatan terhadap populasinya. Penelitian seperti ini akan memungkinkan terjadinya kesalahan dalam pengambilan kesimpulan. Oleh karena itu, setiap penelitian yang menggunakan sampel akan selalu berusaha untuk memperkecil resiko kesalahan tersebut.
Terdapat dua syarat yang harus dipenuhi dalam prosedur pengambilan sampel, yaitu: (1) sampel harus dapat mewakili keseluruhan populasi (representatif), dan (2) besarnya sampel harus memadai bagi keseluruhan populasi. Suatu sampel dikatakan representatif jika ciri-ciri sampel yang berkaitan dengan tujuan penelitian sama atau hampir sama dengan ciri-ciri yang ada pada populasinya. Dengan sampel yang representatif maka informasi yang dikumpulkan akan relatif sama dengan informasi yang ada pada populasi.
Suatu sampel yang baik juga harus memenuhi syarat dalam ukuran atau besarnya sehingga dapat meyakinkan kestabilan ciri-ciri sebagaimana yang ada pada populasi. Semakin besar sampel akan semakin kecil kemungkinan salah dalam menarik kesimpulan tentang populasinya.

Ada dua cara untuk menentukan sampel, yakni:

(1) berdasarkan peluang (probability sampling), dan (2) tidak berdasarkan peluang (nonprobability sampling). Dalam probability sampling, pengambilan sampelnya dilakukan secara random atau acak, yang dilakukan dengan cara undian atau dengan menggunakan tabel bilangan random yang dapat ditemukan dalam buku-buku statistik.
Sedangkan dalam nonprobability sampling, pengambilan sampel yang dilakukan secara sengaja yang dilakukan dengan berbagai cara, yakni dengan mempertimbangkan jumlah (quota sampling), dengan mempertimbangkan tujuan (purposive sampling), dengan teknik bola salju (snowball sampling), atau bahkan secara kebetulan (accidental sampling).