Teh

Table of Contents

Teh

Teh merupakan sumber non-migas yang mantap sebagai sumber devisa bagi Negara maupun sebagai penyedia lapangan kerja dan pendapatan petani (Dinas Perkebunan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan, 1990). Tanaman teh sebagai tanaman perdagangan, semakin berkembang pesat,jenis tanaman Teh juga berkembang menjadi beraneka ragam. Keragaman ini adalah hasil dari penyilangan berbagai jenis tanaman teh serta pengaruh tanah dan iklim yang menghasilkan hasil panen yang berbeda. Hingga saat ini, seluruh dunia kurang lebih terdapat 1.500 jenis teh yang berasal dari 25 negara yang berbeda.                                      .

Teh (Camellia sinensis, L) merupakan produk perkebunan yang memiliki arti yang sangat menunjang dari segi perekonomian NegaraTeh sebagai produk perkebunan sangat disukai oleh masyarakat sebagai minuman. Teh sangat disukai karena tidak menimbulkan efek tertentu bila diminum, bahkan dipercaya mampu memberikan daya awet muda. Dari daun-daun teh yang dipetik segar dilakukan pengolahan shingga teh menjadi produk yang dapat di perdagangkan (Nazaruddin, 1993).

Teh banyak digemari masyarakat internasional, namun konsumsi teh di Indonesia masih rendah, yaitu 190 g/ kapita/ tahun. Oleh sebab itu, usaha perkebunan teh baik dari perkebunan rakyat, swasta maupun perkebunan Negara sebagai produsen berorientasi ekspor, industri dan konsumsi dalam negeri. Teh di Indonesia ada 3 jenis berdasarkan cara pengolahannya, yaitu teh hitam (black tea/ fermented tea), teh hijau (green tea/ anfermented tea) dan teh wangi (jasmine tea). Sedangkan di Taiwan ada satu jenis legi yaitu teh oolong (semi fermented tea) yang merupakan hasil dari pengolahan antara teh hijau dan teh hitam (setiawan, 1985).

Orientasi kearah ekspor dan industri harus disetai dengan eningkatan mutu, karena teh kespor akan bersaing dengan teh dari Negara-negara lain. Di samping itu, pihak produsen perlu mengusahakan inovasi pengolahan. Perubahan cara proses pengolahan teh hitam dari ortodoks ke proses CTC (Crushing, tearing dan Curing) merupakan langkah-langkah positif untuk memperleh teh dalam jumlah lebih besar volume seduhannya dengan jumlah bahan yang sama (Anggeraini, 2000).

Teh sebagai bahan minuman, agar tetap digemari konsumen harus mempunyai mutu yang tinggi dan selalu konstan. Untuk memperoleh hasil yang baik harus sesuai dengan prinsip-prinsip pengolahan teh yang benar seperti melaksanakan pengendalian yang ketat dalam setiap langkah-langkah pengolahan. Mutu hasil kerja pengolahanteh hitam pada saat ini masih perlunya peningkatan dan keseragaman pedoman pengolahan dari setiap tahapan proses pengolahan teh hitam CTC agar diperoleh hasil dengan mutu yang seragam (PTP Nusantara VIII, 1996).

Saat ini sudah banyak produk teh yang disajikan dalam bermacam-macam bentuk seperti teh kering yang dalam kemasan (teh celup), teh instant, air teh yang dikemas yang rasanya dapat berupa rasa teh asli dan penambahan rasa dari buah yang banyak menarik minat dari masyarakat pada saat ini.

  1. Kopi

Untuk dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal, kopi harus memerlukan atau memenuhi persyaratan antara lain :

  1. Iklim (Yang meliputi tinggi tempat 0 – 2100 meter dari permukaan laut)
  2. Temperatur (Antara 16 – 22oC dengan rata-rata 21oC)
  3. Curah Hujan yangOptimum (Curah hujan yang optimum adalah adalah 2000 –   3000 mm per tahun)

Penanaman kopi memerlukan beberapa persiapan antara lain persiapan bahan tanaman dan persiapan areal. Kopi dapat tumbuh dan dibiakkan melalui dua cara yaitu secara generatif dan secara vegetatif. Pembiakkan generatif adalah pembiakan dengan menggunakan semayan, yaitu tanaman yang berasal dari biji. Pembiakan vegetatif adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian dari tanaman, cara ini dapat dilakukan melalui dua cara yaitu dengan sambungan dan stek.

baca juga

Anda mungkin juga suka...